Job insecurity memengaruhi dorongan seseorang untuk mengundurkan diri
dari perusahaan tempatnya bekerja. Ketika karyawan mengalami tingkat job
insecurity yang tinggi, kinerja yang dihasilkan cenderung rendah. Hal ini pada
akhirnya juga berdampak pada meningkatnya keinginan karyawan untuk
keluar dari perusahaan (turnover intention) (Saputri et al., 2020). Hal ini
didukung oleh temuan dari Maulana & Septyarini (2024), Nurul et al., (2021)
dan Priyono et al., (2023). Mereka memperoleh kesimpulan bahwa job
insecurity berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention
