Indikator Turnover Intention


Menurut Mohyi (2021), indikator turnover Intention yakni sebagai berikut:
a. Kecenderungan individu untuk meninggalkan organisasi.
b. Kemungkinan untuk mencari pekerjaan di organisasi lain.
c. Kemungkinan meninggalkan organisasi.
Santoni (2018), indikator turnover, yakni sebagai berikut:
a. Berhenti dengan indikator seperti mendapatkan pekerjaan baru.
b. Posisi yang lebih baik dengan indikator keinginan untuk memiliki yang
lebih baik atau jenjang promosi.
c. Pekerjaan lebih menantang.
Indri (2019) menjelaskan bahwa terdapat empat dimensi yang
dapat digunakan untuk mengukur turnover intention yaitu:
a. Intention to quit/niat untuk keluar.
b. Intention to search/niat untuk mencari.
c. Thinking of quitting/berpikir untuk keluar.
d. Probability of finding acceptable job/kemungkinan ada pekerjaan lain.
Terdapat tiga indikator dalam turnover intention yang mengambil
informasi mengenai niat seseorang untuk mencari pekerjaan lain (Niswatun,
2022) sebagai berikut:
a. Kecenderungan individu berpikir untuk meninggalkan organisasi tempat ia
bekerja sekarang.
b. Kemungkinan individu akan mencari pekerjaan pada organisasi lain.
c. Kemungkinan meninggalkan organisasi
Dimensi Turnover Intention yang relevan menurut Aprijal (2021)
meliputi:
a Adanya pikiran untuk keluar (thinking of quitting) Keinginan untuk mencari
lowongan pekerjaan lain (search for alternative).
b Mengevaluasi kemungkinan untuk menemukan pekerjaan yang layak di
tempat lain (evaluation of alternative).
c Adanya keinginan untuk meninggalkan organisasi (quit/stay)