Indikator-Indikator Pemberian Insentif


Menurut Hasibuan (2008) pertimbangan dasar penyusunan insentif antara lain
sebagai berikut :

  1. Fasilitas
    Fasilitas adalah kenikmatan atau fasilitas seperti mobil prusahaan,
    keanggotaan klub, tempat parkir khusus, atau akses kepesawatan prusahaan
    yang diperoleh karyawan. Fasilitas dapat mewakili jumlah substansi dari
    insentif terutama eksekutif yang dibayar mahal.
  2. Lama karyawan bekerja
    Besarnya insentif ditentukan berdasarkan lamanya karyawan melaksanakan
    atau menyelesaikan suatu pekerjaan. Cara perhitungannya dapat
    menggunakan per jam, per hari, per minggu atau pun per bulan. Umumnya
    cara yang diterapkan apabila ada kesulitan dalam menerapkan cara pemberian
    insentif, maka berdasarkan kinerja.
  3. Kebutuhan
    Cara ini menunjukkan bahwa insentif pada karyawan didasarkan pada tingkat
    urgensi kebutuhan hidup yang layak dari karyawan. Ini berarti insentif yang
    diberikan adalah wajar apabila dapat dipergunakan untuk memenuhi sebagian
    kebutuhan pokok.
  4. Keadilan dan Kelayakan
    Disamping masalah keadilan dalam pemberian insentif tersebut perlu pula
    diperhatikan masalah kelayakan. Layak pengertiannya membandingkan
    besarnya insentif dengan perusahaan lain yang bergerak dalam bidang usaha
    sejenis. Apabila insentif didalam perusahaan yang bersangkutan lebih rendah
    dibandingkan dengan perusahaan lain, maka perusahaan/instansi akan
    mendapat kendala yakni berupa menurunnya kinerja pegawai yang dapat
    diketahui dari berbagai bentuk akibat ketidakpuasan pegawai mengenai
    insentif tersebut.
  5. Evaluasi Jabatan
    Evaluasi jabatan adalah suatu usaha untuk menentukan dan membandingkan
    nilai suatu jabatan tertentu dengan nilai jabatan-jabatan lain dalam suatu
    organisasi, ini berarti pula penentuan nilai relatif atau harga dari suatu jabatan
    guna menyusun rangking dalam penentuan insentif.
    Berdasarkan pendapat diatas dapat ketahui bahwa indikator-indikator insentif
    antara lain lama karyawan bekerja yang berarti besarnya insentif ditentukan atas
    dasar lamanya karyawan melaksanakan atau menyelesaikan suatu pekerjaan,
    keadilan dan kelayakan yang berarti semakin tinggi pengorbanan maka semakin
    tinggi insentif yang diharapkan, evaluasi jabatan yang berarti suatu usaha untuk
    menentukan dan membandingkan nilai suatu jabatan tertentu dengan nilai jabatan-
    jabatan lain dalam suatu organisasi apakah lebih baik atau lebih buruk dari nilai
    jabatan orang lain, dan indikator insentif yang lain yaitu fasilitas dan kebutuhan