Menurut Allen dan Meyer (dalam Busro, 2018:54) dimensi yang dapat
diukurpada komitmen organisasional adalah:
a. Komitmen Afektif
Dimensi ini berhubungan dengan keinginan pegawai dalam mempertahankan
keanggotaannya pada suatu organisasai yang dijalani.
b. Komitmen Kontinu
Dimensi ini berhubungan mengenai keinginan bertahan atau keluar dalam
suatu organisasi dengan mempertimbangkan keuntungan dan kerugian
apabilabertahan atau keluar organisasi.
c. Komitmen Normatif
Dimensi normatif berhubungan dengan kepatuhan dan kebijakan organisasi.
Sehingga anggota bertahan karena adanya keharusan untuk patuh.
Tiga dimensi komitmen menurut Colquitt dkk (dalam Wijaya, 2016:170) yaitu:
a. Affective Commitment adalah hubungan atau keterikatan karyawan secara
emosional, identifikasi, dan keterlibatan karyawan pada organisasi yang
dijalani.
b. Continuence Comitment adalah dimensi komitmen yang berdasar pada
kerugian apabila karyawan meninggalkan organisasinya karena akan
mengakibatkan kehilangan senioritasnya dan promosi juga benefit pada diri
karyawan.
c. Normative Comitment adalah rasa wajib yang ada pada diri karyawan untuk
tetap berada di organisasi karena hal tersebut memang sudah seharusnya
dilakukan.
Dimensi komitmen menurut Sweeney dan McFarlin (dalam Bukit dan
Malusa,2017:29) sekurang – kurangnya terdiri dari:
a. Affective Commitment dimana dimensi ini berhubungan dengan emosi dan
identifikasi terhadap organisasi
b. Normative Commitment yaitu komitmen yang mengacu pada perasaan
pekerjaterhadap tanggung jawab dan kewajiban yang dijalankan dan harus
diselesaikan.
c. Continuance Commitment yaitu dimensi yang mengacu pada fakta yang ada
di lapangan bahwa komitmen seseorang terkadang timbul berdasarkan
analisis cost-benefit yang rasional pada organisasinya.
Berdasarkan beberapa dimensi menurut beberapa tokoh maka dapat
disimpulkan bahwa dimensi komitmen dalam organisasi meliputi komitmen
afektif,komitmen kontinu dan komitmen normatif
