Bernardin dan Russel (1993) dalam mengukur kinerja
karyawan dipergunakan sebuah daftar pertanyaan yang berisikan
beberapa dimensi kriteria tentang hasil kerja. Ada enam dimensi
dalam menilai kinerja karyawan, yaitu :
1) Kualitas (Quality)
Merupakan hasil kerja keras dari para karyawan yang
sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh pihak
perusahaan sebelumnya. Jika hasil yang dicapai oleh karyawan
tersebut tinggi maka kinerja dari karyawan tersebut dianggap
baik oleh pihak perusahaan atau sesuai dengan tujuannya. Ini
berarti merupakan suatu tingkatan yang menunjukkan proses
pekerjaan atau hasil yang dicapai atas suatu pekerjaan
mendekati adanya kesempurnaan.
2) Kuantitas (Quantity)
Merupakan hasil kerja keras dari karyawan yang bisa
mencapai skala maksimal yang telah ditentukan oleh pihak
perusahaan. Dengan hasil yang telah ditetapkan oleh
perusahaan tersebut maka kinerja dari para karyawan sudah baik. Jika Quantity merupakan jumlah yang diproduksi yang
dinyatakan dalam nilai mata uang, jumlah unit produk atau
jumlah siklus aktivitas yang telah diselesaikan.
3) Ketepatan Waktu (Timeliness)
Karyawan dapat bekerja sesuai dengan standar waktu kerja
yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Dengan bekerja yang
sesuai dengan standar waktu yang telah ditentukan maka
kinerja dari karyawan tersebut sudah baik.
Dengan timeliness yang merupakan suatu tingkatan yang
menunjukkan bahwa suatu pekerjaan dapat terselesaikan lebih
cepat dari waktu yang telah ditentukan maka kinerja
karyawan tersebut sudah baik.
4) Keefektifan Biaya (Cost Effectiveness)
Merupakan penggunaan sumber daya dari karyawan yang
digunakan secara optimal dan efisien. Dengan penggunaan
sumber daya yang efisien dan efektif maka akan bisa
mempengaruhi keefektifan biaya yang dikeluarkan oleh pihak
perusahaan dan menghasilkan keuntungan yang maksimum.
Dengan Cost effectiveness yang menunjukkan bahwa
suatu tingkatan yang paling maksimal dari penggunaan
sumber daya yang dimiliki badan usaha untuk mendapatkan
keuntungan yang maksimum
5) Perlu Pengawasan (Need for Supervision)
Merupakan kemampuan karyawan dalam bekerja dengan
baik, dengan atau tanpa ada pengawasan dari pihak
perusahaan. Dengan atau tanpa ada pengawasan dari pihak
perusahaan, para karyawan dapat bekerja dengan baik
sehingga kinerja dari karyawan akan mengalami peningkatan Dengan Need for supervision yang merupakan tingkatan dari
seorang karyawan dapat melaksanakan suatu fungsi pekerjaan
tanpa harus meminta bimbingan atau campur tangan penyelia
maka akan dapat meningkatkan kinerja dari karyawan itu
sendiri.
6) Hubungan Rekan Sekerja (Interpersonal Impact)
Dengan adanya karyawan yang mempunyai rasa harga diri
yang tinggi terhadap pekerjaannya maka karyawan berusaha
untuk mencapai hasil terbaik dalam pekerjaan tersebut. Oleh
karena itu dengan rasa harga diri yang tinggi terhadap
pekerjaannya diharapkan para karyawan dapat meningkatkan
kinerjanya dalam bekerja.
Dengan Interpersonal impact yang merupakan suatu
tingkatan keadaan dari karyawan dapat menciptakan suasana
nyaman dalam bekerja, percaya diri, serta kerjasama antar
rekan sekerja sehingga akan tercipta peningkatan kinerja
