Menurut Kasmir (2015:176), perputaran piutang merupakan rasio yang
digunakan untuk mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu periode
atau berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu periode.
Hal yang jelas adalah rasio perputaran piutang menunjukkan kualitas dan
kesuksesan penagihan piutang. Perputaran piutang merupakan rasio yang
mengukur berapa kali rata-rata piutang dapat tertagih selama satu periode. Kinerja
pengelolaan piutang suatu perusahaan dapat dilihat dari tingkat perputaran
piutangnya, dimana tingkat perputaran piutang merupakan periode terikatnya
modal kerja dalam piutang. Semakin tinggi rasio menunjukkan bahwa modal kerja
yang ditanamkan dalam piutang semakin rendah (dibandingkan dengan rasio tahun
sebelumnya) dan tentunya kondisi ini bagi perusahaan semakin baik. Sebaliknya
jika rasio semakin rendah ada over investment dalam piutang. Menurut Sartono
(2008:44) yang dikutip oleh Lestari (2017) mengatakan bahwa kecepatan
penerimaan hasil piutang dalam satu periode (perputaran piutang) akan dapat
mempengaruhi likuiditas perusahaan karena pertukaran piutang lebih cepat dari
yang diharapkan dan seberapa jauh piutang perusahaan bisa dipakai untuk
memenuhi jangka pendeknya. Tingkat likuiditas perusahaan yang baik tentunya
akan memberikan pengaruh baik terhadap aktiva lancar perusahaan yang
disebabkan dari adanya piutang. Dengan membaiknya aktiva lancar perusahaan
maka akan memberikan pengaruh yang besar dalam seluruh ataupun sebagian
aktivitas perusahaan. Aktivitas perusahaan yang berjalan dengan baik tentu akan
membantu perusahaan dalam meningkatkan profitabilitasnya (Lestari, 2017).
Rumus untuk mencari rasio perputaran piutang (Account Receivable Turnover)
adalah sebagai berikut:
𝐴𝑐𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡 𝑅𝑒𝑐𝑒𝑖𝑣𝑎𝑏𝑙𝑒 𝑇𝑢𝑟𝑛𝑜𝑣𝑒𝑟 = 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
𝑃𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎
Tingkat perputaran piutang dapat membantu perusahaan dalam mengukur
kelancaran penerimaan piutang dan pengukuran baik tidaknya investasi piutang.
Perputaran piutang akan menunjukkan berapa kali dan rentang waktu piutang yang
timbul sampai pada piutang tertagih kembali menjadi kas perusahaan. Jadi dapat
disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat perputaran piutang maka semakin cepat
piutang dapat diubah menjadi kas serta menunjukkan penjualan kredit yang efektif
dan efisien sehingga perusahaan memiliki peluang besar untuk memperoleh laba
