Definisi Komunikasi Organisasi
Komunikasi dalam organisasi memegang peranan sangat penting dalam menunjang
aktivitas organisasi. Setiap fungsi SDM selalui disertai dengsn komunikasi, serta dimulai
proses seleksi, interview sampai pemecatan pekerja semuanya membutuhkan komunikasi.
Komunikasi organisasi merupakan hal yang penting di dalam kehidupan berorganisasi
sehingga diperlukan beberapa pemahaman mengenai komunikasi organisasi.
Kata komunikasi (dengan kata Inggris “communication”) secara etimologi atau
menurut asalnya didapat kata bahasa latin communicare dan ini berasal pada kata communis.
Kata communis memiliki makna “berbagi” atau “menjadi hak bersama”, yaitu suatu
keinginan kerja yang bertujuan untuk memperoleh kebersamaan dan keberagaman makna.
(Hubeis dkk, 2012:4). Komunikasi adalah rangkaian penyampaian melalui pesan oleh
sesorang kepada semua orang untuk memberitahu serta untuk dapat selalu mengubah pada
sikap, gagasan, atau tingkah laku, baik secara langsung (lisan) maupun tidak (dapat
dilakukan pada media). (Hubeis dkk, 2012:5).
Sementara Waynespaces dan Faules menyebutkan bahwa definisi fungsional pada
komunikasi dalam organisasi sebagai petunjuk dan penafsiran didalam pesan diantara unit
bagian komunikasi apa merupakan bagian salah satu pada suatu organisasi tertentu (Ruliana,
2016:25). Depari (dalam Triana, Utami, & Ruhana, 2016) menyatakan bahwa komunikasi
adalah suata proses pada penyampaian gagasan, harapan, dan pesan yang diberikan dengan
lambang tertentu dapat mengandung arti dilakukan oleh penyampain melalui pesan untuk
diberikan kepada siapa penerima isi pesan. Muhammad (2014:4) dapat mengemukakan
apapun bahwa ada dalam di kaitannya dengan komunikasi pada organisasi, komunikasi
adalah bentuk pertukaran pada pesan verbal serta non verbal dari pengirim dan penerima
untuk mengubah pola tingkah pada perilaku. Perubahan tingkah laku pada pengertian yang
lebar yaitu pergantian yang akan terjadi pada dalam diri suatu individu didalam aspek
kognitif, efektif atau psikomotor. Menurut Purwanto (2011:4) komunikasi pada organisasi
merupakan suatu rangkaian pertukaran pada informasi pada individu melewati suatu cara
atau sistem yang biasa (wajar) baik bersama tanda, sinyal, maupun perilaku dan tindakan.
Robbins dan Jugde (2015:47) mengatakan bahwa, “organizational commitment is deefined as
a state in which an employee identifies with a particular organizatioon, its goals and wishes
to maintain membership in the organization.” Komitmen dalam organisasi dikelompokkan
untuk keadaan di mana seorang karyawan mengidentifikasi diri dengan organisasi, tujuan
organisasi dan keinginan untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi. Selanjutnya
menurut Davis & Newstroom (dalam Suliyem, 2016) mengemukakan bahwa,
“organizational commitment, organizational degree to which an employee identifiies with the
organization and wants to continue actively participating in it. Komitmen organisasi adalah
tingkatan dalam organisasi di mana seorang karyawan mengidentifikasi diri dengan
organisasi dan melanjutkan keaktifan untuk berpartisipasi di dalam organisasi. Seperti gaya
magnet yang kuat menarik satu objek logam lain, itu adalah ukuran dari kesediaan karyawan
untuk tetap berada dalam organisasi demi masa depan. Adanya misi dan tujuan dari
seseorang dengan keinginan yang tinggi untuk berusaha mencapai prestasi dan niat untuk
terus bekerja pada organisasi.
Menurut Golddhaber (1986) mengetahui proses penciptaan untuk saling bertukar
pesan pada salah satu jaringan pada hubungan dimana tergantung pada yang lain guna
memberikan manfaat sekitar lingkungan yang kurang jelas atau yang selalu dapat berubah.
Pengertian ini mengandung proses beberapa salah konsep sebagai dari berikut :
a. Proses
adalah sistem kerja yang sangat terbuka serta dinamis yang secara tidak langsung.
Karenaa bentuk kegiatan yang diulang-ulang dan tidak terkontrol tersebut maka dapat
dinyatakan sebagai suatu proses.
b. Pesan
adalah rangkaian simbol dimana mengandung pengertian mengenai objek manusia,
kejanggalan kerja yang diberikan terhadap interaksi bersama dengan kelompok lain.
Pesan dalam suatu organisasi dilihat menurut jenis klasifikasi yang berhubungan
langsung dengan kata bahasa, penerima yang dikehendaki, metode difusi, dan arus untuk
tujuan berbagai beberapa pesan. Jenis pesan pada bahasa dibedakan menjadi 2 (dua)
kelompok yaitu verbal dan non verbal, dalam suatu organisasi adalah surat, memo,
percakapan, dan pidato. Sedangkan pesan non verbal pada suatu organisasi dapat berupa
bahasa gerak seluruh bagian tubuh.
c. Jaringan
Bentuk organisasi terbentuk dari satu seri manusia yang setiap person menduduki posisi
atau peranan penting pada suatu di dalam organisasi. Ciptaan serta pertukaran suatu
pesan dari seseoang terjadi melampaui suatu jalur jalan kecil yang disebut jaringan
komunikasi. Suatu kelompok komunikasi ini dapat mencukupi dengan lebih dari satu
orang, beberapa orang atau keseluruhan dalam organisasi. Luas dari system jaringan
komunikasi ini dijalankan oleh beberapa faktor arah & arus pesan, isi pesan, dan
hubungan peranan, serta lain-lain.
d. Keadaan dimana selalu membutuhkan
Hal ini dapat berubah sifat yang berada pada kelompok yang merupakan bentuk sistem
yang terbuka. Bila mengalami gangguan dapat berpengaruh divisi yang lainnya dan akan
terjadi juga kepada semua sistem organisasi.
e. Hubungan
Karena organisasi adalah bagian dari suatu sistem terbuka, sistem pada suatu kehidupan
sosial yang untuk memanfaatkan bagian-bagian dimana terletak pada individu yang ada
dalam organisasi. Oleh karenaa itu hubungan individu dalam organisasi yang menitik
beratkan pada tingkah laku komunikasi dari seseorang yang terlibat suatu hubunngan
perlu untuk dipelajari.
f. Lingkungan
Lingkungan adalah bentuk totalitas secara fisik dan faktor sosial yang diperhitungkan
dalam pembuatan dalam keputusan individu berada pada suatu sistematik. Yang menjadi
bagian dalam lingkungan internal adalah personal, staf, golongan fungsional dari
organisasi, dan juga bagian lainnya seperti tujuan, produk, serta lainnya. Organisasi
sebagai program terbuka yang mana harus berhubungan pada lingkungan eksternal
seperti: teknologi, ekonomi, dan faktor sosial. Karena faktor yang berada pada
lingkungan tidak tetap maka organisasi memerlukan sistem informasi baru guna
mengatasi perubahan pada lingkungan dengan menciptakan serta melakukan penukaran
pesan baik secara internal dan eksternal.
g. Ketidakpastian
Ketidakpastian adalah perbedaan informasi yang tersedia dengan informasi yang
diharapkan. Ketentuan tidak pasti dalam organisasi didapatkan daripada informasi
sesungguhnya yang dimanfaatkan dan dihadapkan pada lingkungan yang bersangkutan.
Dapat dinyatakan ketidakpastian dapat disebabkan karena terlalu sedikitnya informasi
yang didapatkan dan sangat berlebih atau banyak informasi yang diberikan untuk
diterima.
Menurut Redding and Saborn dalam Safari dkk. (2019) “komunikasi organisasi
adalah pengiriman serta penerimaan pada informasi dalam kelompok sangat kompleks.
Komunikasi organisasi ini antara lain, hubungan antar manusia, komunikasi yang berasal
dimana atasan kepada bawahan, seperti : komunikasi dari asal bawahan kepada atasan,
komunikasi bersama sesama rekan kerja, keterampilan berkomunikasi dan berbicara
mendengarkan serta menulis”. Menurut Katz & Kahn dalam Safari dkk. (2019) “Bahwa
komunikasi organisasi merupakan bentuk arus informasi, pertukaran dari informasi dan
pemindahan arti dalam suatu organisasi”
Berdasarkan definisi komunikasi organisasi menurut para ahli di atas, dapat
diartikan bahwa komunikasi organisasi adalah proses di mana karyawan atau anggota
organisasi bertukar informasi di lingkungan perusahaan atau organisasi
