Menurut Deninson (2009) elemen budaya dalam organiasi, antara
lain : nilai-nilai, keyakinan, prinsip dasar, serta praktek-praktek
manajemen dan juga perilaku. Terlepas akan adanya seberapa banyak
elemen menurut para ahli, secara umum elemen budaya organisasi
terdiri dari dua elemen pokok, yaitu:
1) Elemen Behavioural
Merupakan elemen yang kasat mata atau terlihat dalam
bentuk perilaku sehari-hari para anggotannya, logo atau jargon,
cara berkomunikasi, cara berpakaian, ataupun cara bertindak yang
dapat dipahami oleh individu diluar organisasi. Bagi individu
diluar organisasi elemen tersebut dianggap sebagai representasi
dari budaya sebuah organisasi sebab elemen ini mudah diamati,
dipahami, dan diinterpretasikan.
2) Elemen Idealistik
Elemen idealistik dinyatakan secara formal dalam bentuk
penyataan visi dan misi organisasi, tujuan dari elemen ini agar
ideologi dari organisasi tetap berlanjut.
d. Indikator budaya organisasi
Menurut Schein (2012)budaya organisasi kedalam beberapa level,
yaitu:
1) Artifak (artifact), tingkat pertama dalam budaya organisasi yang
tampak (visible) atau permukaan (surface). Level ini merupakan
dimensi yang dapat dilihat, didengar, dirasakan ketika seseorang
masuk pada suatu organisasi dengan budaya yang kurang dikenal.
Seperti produk, sejarah organisasi, arsitektur, mitos, teknologi, dan
cara berpakaian.
2) Nilai-nilai (espoused values), tingkatan kedua dalam budaya
organisasi yang tidak tampak (invisible). Yaitu nilai-nilai yang
diekspresikan oleh seluruh anggota organisasi. Tingkatan budaya
ini dapat diukur dengan perubahan-perubahan yang berada pada
organisasi.
3) Asumsi Dasar (basic underlying assumptions), tingkatan ini yang
paling mendalam yang mendasari pada nilai-nilai yaitu keyakinan
(beliefs), yang terdiri dari berbagai asumsi dasar. Asumsi dasar
mencakup pada hubungan dengan lingkungan, hakikat manusia,
hakikat mengenai aktivitas manusia dan hakikat pada hubungan
antar manusia
