Dimensi Perilaku inovatif


Menurut Jong dan Hartog (2003:26-27) dalam proses perilaku inovatif dapat
diukur dengan 4 dimensi yaitu melihat peluang, mengeluarkan ide, memperjuangkan
ide, dan aplikasi ide yang dibagi menjadi 2 tahapan yang dilewati individu. Melihat
peluang dan mengeluarkan ide termasuk dalam tahap inisiasi kemudian untuk
memperjuangkan ide dan aplikasi ide termasuk dalam tahap implementasi. Berikut
penjelasan mengenai dimensi dalam perilaku inovatif yaitu:

  1. Tahap Inisiasi
    a. Melihat Peluang
    Untuk para karyawan melihat peluang merupakan proses awal yang dilakukan
    dengan cara mengidentifikasi permasalahan yang ada yang tidak sesuai dengan
    yang diharapkan, permasalahan metode kerja yang diterapkan, kebutuhan
    pelanggan yang tidak terpenuhi, dan adanya indikasi perubahan pola tren yang
    terjadi di lingkungan. Dari beberapa permasalahan tersebut maka karyawan
    dapat melihat adanya peluang kesempatan untuk memberikan solusi yang
    bermanfaat.
    b. Mengeluarkan ide
    Pada tahap ini karyawan mengeluarkan konsep mengenai pemikiran baru
    dengan tujuan untuk perbaikan atau perubahan agar lebih baik. Hal ini
    mencakup menghasilkan ide baru atau layanan baru, pertemuan dengan klien
    atau teknologi pendukung dan menghasilkan solusi untuk masalah dengan
    tujuan untuk meningkatkan proses pelayaan sehingga lebih efisien. Kunci
    dalam mengeluarkan ide yaitu mengkombinasikan dan memperbaharui
    informasi dan konsep yang ada untuk memecahkan masalah dan
    meningkatkan kinerja.
  2. Tahap Implementasi
    a. Memperjuangkan Ide
    Dalam tahapan ini adalah mengembangkan dan mengimplementasikan ide yang
    telah diungkapkan. Tanggung jawab dalam impelentasi ide untuk inovasi maka
    karyawan dituntut untuk memiliki komitmen yang kuat dan mampu mengajak
    orang lain agar paham mengenai ide yang dicetuskan. Untuk kesuksesan suatu
    organisasi memang diperlukan peran karyawan untuk memunculkan ide-ide
    kreatif dan kemudian memperjuangkan ide tersebut. Memperjuangkan dalam
    hal ini termasuk membujuk dan memengaruhi rekan kerja agar mendukung
    dengan melakukan negosiasi. Keberhasilan ide bergantung pada kemampuan
    individu dalam membujuk dan mempengaruhi serta pada kemampuannya untuk
    memanfaatkan jaringan pribadi yang dimiliki.
    b. Aplikasi Ide
    Tahap aplikasi ide berkaitan dengan perilaku yang dilakukan karyawan yang
    bertujuan untuk mengembangkan, menguji dan memasarkan hal baru. Hal ini
    kaitannya dengan membuat inovasi dalam proses kerja yang biasa dilakukan