Menurut (Kreitner & Kinicki, 2003) bahwa secara umum terdapat
tiga (3) jenis budaya organisasi yaitu:
1) Budaya konstruktif Budaya konstruktif adalah budaya dimana para
pegawai didorong untuk berinteraksi dengan orang lain dan mengerjakan
tugas dan proyeknya dengan cara yang akan membantu mereka dalam
memuaskan kebutuhannya untuk tumbuh dan berkembang. Tipe budaya
ini mendukung keyakinan normatif yang berhubungan dengan pencapaian
tujuan aktualisasi diri, penghargaan yang manusiawi dan persatuan.
2) Budaya pasif – defensif Budaya pasif – defensif bercirikan keyakinan
yang memungkinkan bahwa pegawai berinteraksi dengan pegawai lain
dengan cara yang tidak mengancam keamanan kerja sendiri. Budaya ini
mendorong keyakinan normatif yang berhubungan dengan persetujuan,
konvensional, ketergantungan, dan penghidupan.
3) Budaya agresif defensive Budaya agresif – defensif mendorong
pegawainya untuk mengerjakan tugasnya dengan kerja keras untuk
melindungi keamanan kerja dan status mereka. Tipe budaya ini lebih
bercirikan keyakinan normatif yang mencerminkan oposisi, kekuasaan,
kompetitif dan perfeksionis. Meskipun sebuah organisasi dapat
menampilkan satu tipe budaya organisasi secara menonjol, ia tetap dapat
menunjukkan keyakinan normative dan karakteristik yang lain. Riset
menunjukkan bahwa organisasi dapat memiliki sub budaya fungsional, sub
budaya hierarkis berdasarkan posisi seseorang dalam organisasi, sub
budaya geografis, sub budaya pekerjaan berdasar pada gelar atau posisi
seseorang, sub budaya sosial yang diambil dari aktivitas sosial.
