Servant Leadership


Kepemimpianan yang melayani (servant leadership) dimulai dari dalam
diri kita. Kepemimpinan menuntut suatu transformasi dari dalam hati dan
perubahan karakter. Kepemimpinan yang melayani dimulai dari dalam dan
kemudian bergerak keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Seorang
pemimpin memiliki kerinduan untuk membangun dan mengembangkan mereka
yang dipimpinnya sehingga tumbuh banyak pemimpin dalam kelompoknya
Sedangkan Greenleaf mendefinisikan servant leadership sebagai keinginan
pimpinan untuk membimbing dan memotivasi pengikut serta memberikan
pengalaman yang lebih melalui hubungan kualitas yang mapan. Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa servant leadership merupakan sebuah perilaku
mengayomi dan peduli terhadap kesejahteraan karyawan yang nantinya akan
menciptakan hubungan yang positif antara pemimpin terhadap karyawan, sehingga
akan merasa nyaman dalam melakukan pekerjaan tanpa adanya keraguan .
Konsep servant leadership bukan sekadar pemimpin yang mampu mengerti
dan perhatian terhadap karyawan, akan tetapi seorang servant leadership juga
harus peduli terhadap kesejahteraan karyawan, melibatkan karyawan dalam tujuan
organisasi, peran pemimpin yang sesuai dengan harapan karyawan seperti
membimbing karyawan dalam melakukan tugasnya, dan memberikan arahan jika
terjadi kesalahan akan menjadikan hal yang positif dan dapat memotivasi
karyawan terhadap organisasi
Pada penelitian terdahulu, ditemukan adanya kecenderungan menurunnya
kepercayaan pengikut kepada para pemimpinnya. Menurunnya kepercayaan ini
dapat menjurus pada krisis kepercayaan karyawan terhadap para pemimpinnya.
Para pemimpin seharusnya menjadi teladan bagi para pengikut, namun pada
kenyataannya tidak semua pemimpin mampu menjadi teladan bagi para
pengikutnya. Terkadang pemimpin bahkan memberikan contoh yang kurang baik
pada karyawannya seperti bermalas-malasan, mangkir pada saat jam kerja, atau
melanggar aturan sehingga dapat mempengaruhi perilaku karyawan dalam
organisasi untuk meniru perilaku pemimpinnya.
Suatu perusahaan yang bergerak dibidang jasa makanan dalam
perkembangannya, tidak hanya karyawan dan kualitas pelayanan yang menjadi
kunci utama, melainkan besarnya peran pemimpin, serta keinginan dalam
mengembangkan perusahaan dan kualitas karyawan juga perlu dipertimbangkan.
Greenleaf berpendapat bahwa servant leadership merupakan gaya
kepemimpinan yang melayani, mengutamakan pelayanan dan dimulai dengan
perasaan alami seseorang yang ingin melayani untuk mendahulukan pelayanan.
Berdasarkan hal tersebut indikator servant leadership adalah sebagai berikut:

  1. Kasih sayang (love), yaitu kepemimpinan yang mengasihi dengan cinta atau
    kasih sayang. Cinta yang dimaksud adalah melakukan hal yang benar pada
    waktu yang tepat untuk alasan dan keputusan yang terbaik.
  2. Pemberdayaan (empowerment), yaitu penekanan pada kerja sama yaitu
    mempercayakan kekuasaan pada orang lain, dan mendengarkan saran dari
    followers.
  3. Visi (vision) merupakan arah organisasi dimasa mendatang yang akan
    dibawa oleh seorang pemimpin. Visi akan mengispirasi tindakan dan
    membantu membentuk masa depan.
  4. Kerendahan hati (humility) adalah pemimpin yang menjaga kerendahan hati
    dengan menunjukkan rasa hormat terhadap karyawan serta mengakui
    kontribusi karyawan terhadap tim.
  5. Kepercayaan (trust) adalah orang-orang pilihan yang dipilih berdasarkan
    suatu kelebihan yang menyebabkan pemimpin tersebut mendapatkan
    kepercayaan.