Tercapainya suatu tujuan perusahaan adalah peran mutlak Sumber
Daya Manusia (SDM), oleh karena itu SDM menjadi aset terpenting bagi
setiap perusahaan. Sebagaimana definisi menurut Sunyoto (dalam Ricky
Montolalu, 2016) manajemen sumber daya manusia adalah perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan
pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian,
pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai tujuan
individu, organisasi, dan masyarakat. Selain memerlukan modal dan
usaha, suatu organisasi juga harus memiliki SDM yang unggul, sehingga
apabila suatu saat dalam jangka pandek maupun jangka panjang terjadi
permasalahan dalam organisasi, seluruh pegawai akan mudah
menemukan solusi.
Berdasarkan definisi tersebut, setiap organisasi membutuhkan
karyawan yang memiliki tingkat loyalitas yang tinggi. Oleh sebab itu,
pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia harus
dioptimalkan agar kinerja organisasi dapat meningkat.
Menurut Rivai dalam Febrina Audita (2019) fungsi manajemen
Sumber Daya Manusia dibagi menjadi dua, yakni terdiri dari fungsi
manajemen dan fungsi operasional, yaitu :
a. Fungsi Manajemen
1) Perencanaan (planning)
Kegiatan perencanaan sumber data manusia merupakan
proses sistematis untuk memperoleh jenis, kualitas dan
jumlah tenaga kerja dengan menyesuaikan kebutuhan
perusahaan dengan ketersediaan dari dalam maupun dari luar
organisasi
2) Pengorganisasian (organizing)
Kegiatan dalam menyusun suatu organisasi dalam bentuk
pembuatan struktur, penetapan pembagian kerja, membuat
delegasi wewenang, hubungan kerja serta koordinasi dan
integrasi. Hal tersebut ditujukan agar organisasi teratur dan
jelas pembagiannya, sehingga tujuan perusahaan dapat
dicapai secara efektif.
3) Pengarahan (actuating)
Kegiatan dalam memberi pengarahan bagi seluruh karyawan
agar dapat bekerjasama dengan organisasi untuk bekerja
efektif dan efisien dalam mencapai tujuan perusahaan
4) Pengendalian (controlling)
Kegiatan dalam melakukan pengendalian terhadap seluruh
karyawan agar mentaati peraturan dan regulasi yang sudah
ditetapkan sehingga bekerja sesuai rencana yang telah dibuat
perusahaan
b. Fungsi Operasional
1) Pengadaan tenaga kerja
Kegiatan manajemen sumber daya manusia untuk mencapai
tujuan organisasi dengan cara memperoleh tenaga kerja
berdasarkan jumlah dan mutu yang sesuai dengan kebutuhan
organisasi dan dilandaskan dengan asas “the right man on the
right place’
2) Pengembangan
Kegiatan dalam bentuk proses peningkatan keterampilan
(skill) dan pengetahuan (knowledge) serta pengembangan
dalam karakter karyawan (attitude) dalam bentuk pelatihan,
prgram atau pendidikan. Hal ini sangat dibutuhkan organisasi
dalam membentuk kualitas dan kompetensi karyawan yang
dibutuhkan perusahaan dalam mencapai tujuannya.
3) Kompensasi
Kegiatan dalam melakukan pemberian balas jasa atau
imbalan secara langsung meupun tidak langsung oleh
perusahaan terhadap karyawannya. Diberikan secara adil dan
layak sesuai dengan kontribusi dan jasa karyawan atas
pekerjaannya
4) Pengintegrasian
Kegiatan dalam menyatukan kepentingan organisasi dengan
keinginan karyawan, sehingga dapat membentuk suatu kerja
sama yang baik dan berkelanjutan dimana kedua belah pihak
saling mendapat keuntungan. Pengintegrasian mencangkup
kepuasan kerja, motivasi kerja dan kepemimpinan.
5) Pemeliharaan
Kegiatan dalam mempertahankan karyawan untuk tetap mau
berkembang bersama organisasi dalam mencapai tujuan. Hal
ini dilakukan dalam memelihara dan meningkatkan kondisi
fisik, mental, dan loyalitas yang tinggi dalam menciptakan
hubungan jangka panjang.
6) Pemutusan hubungan kerja
Terjadinya pemberhentian hubungan kerja bisa terjadi atas
beberapa faktor, yakni : keinginan karyawan, keinginan
perusahaan, berakhirnya kontrak kerja, dan lain sebagainya
