Identifikasi organisasi didefinisikan persepsi kepemilikan terhadap suatu
organisasi dan rasa kesatuan dengan organisasi (Ismail & Baki, 2017) dalam
(Hongdiyanto & Saidah, 2024).
Berdasarkan definisi diatas indikator Identifikasi Organisasi menurut
(Hongdiyanto & Saidah, 2024):
- Kritik: Penilaian terhadap suatu tindakan atau ide, baik dalam bentuk
komentar positif maupun negatif. - Keberhasilan: Merujuk pada pencapaian suatu tujuan atau hasil yang telah
ditetapkan. - Rasa Memiliki: Perasaan keterhubungan atau keterikatan emosional dengan
organisasi. - Rasa Ingin Tahu: Keinginan untuk mengetahui atau memahami sesuatu yang
belum diketahui. - Pujian: Ungkapan penghargaan terhadap suatu tindakan yang sudah
dilakukan. - Reputasi: Persepsi atau penilaian yang terbentuk berdasarkan tindakan atau
prestasi.
Identifikasi Organisasi adalah reaksi individu terhadap konsep diri dalam
hubungan khusus antara dirinya dan organisasi. Identifikasi organisasi terdiri dari
daya tarik organisasi, konsistensi antara tujuan organisasi dan individu, loyalitas,
dan hubungan antara individu dan keanggotaan organisasi (Tang, 2022).
Berdasarkan definisi diatas indikator dari Identifikasi Organisasi menurut
(Tang, 2022): - Dimensi Kognitif: Sebuah konsep yang berhubungan dengan proses berpikir
dan pemahaman terhadap suatu informasi. - Dimensi Emosional: Aspek psikologis yang berkaitan dengan perasaan,
emosi, dan suasana hati. - Dimensi Evaluasi: Suatu perspektif yang lebih luas dan mendalam dalam
memahami kinerja atau keberhasilan suatu hal. - Dimensi Perilaku: Aspek – aspek yang membentuk dan mempengaruhi
tindakan atau tingkah laku seseorang, mulai dari internal (psikologis)
sampai eksternal (lingkungan).
Berdasarkan penjelasan diatas, maka variabel Identifikasi Organisasi
merujuk pada penggunaan indikator menurut (Hongdiyanto & Saidah, 2024)
