Menurut Kotler dan Keller (2009) dikutip dari (Pratiwi & Santoso,
2024) Citra merek sebagai kesan yang muncul dibenak konsumen yang
dipengaruhi oleh elemen-elemen, seperti logo, kemasan, pengalaman
pengguna dan lain sebagainya.
Menurut (Tiara et al., 2022) Desain produk adalah merujuk pada
keseluruhan aspek dari suatu barang yang mempengaruhi tampilan dan
fungsionalitas barang tersebut yang disesuaikan dengan keperluan konsumen.
Kotler dan Keller yang dikutip oleh (Fatya et al., 2024) mendefinisikan
kualitas produk sebagai kemampuan sutau produk dalam menjalakan fungsi
yang diharapkan. Kemampuan ini mencakup aspek presisi, keandalan, dan
daya tahan yang terintegrasi secara harmonis.
Ketiga aspek tersebut memiliki keterkaitan dalam mempengaruhi
keputusan pembelian. Citra merek yang baik dapat memperkuat ketertarikan
terhadap desain produk, sedangkan kualitas yang baik memperkuat
kepercayaan konsumen terhadap merek. Selain itu, desain yang estetis juga
dapat mencerminkan kualitas produk, membentuk presepsi positif yang pada
akhirnya mendorong konsumen dalam membeli. Sebaliknya, jika Citra merek
negatif, desain produk yang kurang atraktif, dan kualitas yang rendah dapat
menurunkan minat serta kepuasan konsumen, yang pada akhirnya berdampak
keputusan pembelian.
