Faktor- Faktor Mempengaruhi Citra merek


Menurut Keller (2013) dalam (Edo Trismi Raharjo, 2022), citra merek dapat
terbentuk dalam beberapa faktor, antara lain:

  1. Favorability of brand association, yaitu faktor yang menunjukkan
    keunggulan suatu produk dalam persaingan, sehingga dapat meningkatkan
    persepsi positif konsumen pada merek oleh pelanggan.
  2. Strength of brand association, yaitu aksesinilitas informasi mengenai
    suatu brand tersimpan dalam ingatan konsumen dan mampu bertahan
    dalam membentuk citra merek.
  3. Uniqueness of brand association, yaitu kemampuan brand untuk
    mempunyai karakteristik khas sehingga membedakannya dari merek lain,
    sehingga dapat menarik perhatian dan meningkatkan daya saing di pasar.
    Menurut Schiffman (2011) dalam Kiftiah et al., (2022), beberapa faktor
    berperan dalam pembentukan Citra merek, antara lain:
  4. Tingkat kualitas dan mutu produk, yaitu kemampuan produk suatu merek
    untuk memenuhi standar keunggulan tertentu.
  5. Kepercayaan serta keandalan, yaitu persepsi masyarakat terhadap suatu
    produk berdasarkan pengalaman atau ulasan yang berkembang di
    lingkungan konsumen.
  6. Kegunaan atau manfaat, yaitu tingkat kemampuan produk dalam
    menawarkan keuntungan pengguna yang relevan dengan tujuan
    penggunaannya.
  7. Pelayanan, yaitu peran produsen dalam memberikan layanan yang optimal
    kepada konsumen guna meningkatkan kepuasan pelanggan.
  8. Risiko, yaitu potensi konsekuensi positif dan negative yang mungkin
    dirasakan pelanggan dalam penggunaan produk.
  9. Harga, yaitu besaran biaya yang harus dibayarkan pelanggan dalam
    memperoleh barang, serta pengaruh citra merk dalam periode panjang.