Penjelasan Aaker & Biel (2009) yang dikutip (Arianty & Andira, 2021)
beberapa indikator berikut ini dapat digunakan untuk mengukur citra merek:
- Citra Perusahaan (Corporate Image)
Menggambarkan persepsi pelanggan tentang perusahaan yang
memproduksi produk maupun layanan, mencakup aspek seperti
kepopuleran, kepercayaan, networking perusahaan, serta pemakaian
produk. - Citra Produk (Product Image)
Pandangan pengguna tentang jenis produk maupun layanan yang
mencakup karakteristik produk, keuntungan yang diterima, serta jaminan
yang diberikan. - Citra Pemakai (User Image)
Mengacu pada perspektif konsumen tentang penggunaan suatu produk
atau layanan, termasuk identitas dan status sosial penggunanya.
Menurut Rangkuti (2011) dalam (Kiftiah et al., 2022), beberapa indikator
berikut ini mempengaruhi pembentukan citra merek: - Pengenalan (Recognition)
Tingkat kesadaran konsumen terhadap suatu merek. Semakin rendah
kesadaran merek, maka produk tersebut harus bersaing dengan harga yang
lebih kompetitif. Dilihat melalui berbagai elemen termasuk logo, tagline,
desain produk, maupun identitas lain yang melekat pada merek tersebut. - Reputasi (Reputation)
Merek dengan reputasi yang baik memiliki kepercayaan konsumen yang
tinggi, sehingga lebih mudah diterima di pasar. - Daya Tarik (Affinity)
Keterikatan perasaan yang mendalam antara merek dengan konsumen
yang dipengaruhi oleh faktor harga, kepuasan konsumen, dan asosiasi
merek dengan preferensi pelanggan. - Kesetiaan (Loyalty)
Seberapa besar tingkat kesetiaan konsumen terhadap suatu merek. Ketika
sebuah merek telah dikenal luas dan memiliki rekam jejak positif oleh
konsumen, sehingga merek tersebut akan meningkatkan jumlah pelanggan
