Tolok Ukur Citra Merek (Brand Image)


Menurut Ananda (2011) terdapat faktor-faktor yang menjadi tolok
ukur suatu citra merek atau brand image yaitu sebagai berikut;
1) Product Attributes
Sebuah brand dapat memunculkan sejumlah atribut produk
tertentu dalam fikiran konsumen, yang mengingatkan pada
karakteristik brand tersebut.
2) Consumer Benefits
Sebuah brand harus bisa memberikan suatu value tersendiri bagi
konsistensinya yang akan dilihat oleh konsumen sebagai manfaat
diperolehnya ketika ia membeli mengkonsumsi produk tersebut.
Consumen Benefits terdiri dari :

  • Functional benefits
    Merupakan serangkaian benefits yang didapatkan karena
    produk dapat melaksanakan fungsi utamanya.
  • Emotional benefits
    Emotional benefits merupakan serangkaian benefits yang
    didapatkan karena produk dapat memberikan perasaan yang
    positif kepada konsumen.
  • Self Expressive benefits
    Self Expressive benefits merupakan serangkaian benefits
    yang didapatkan ketika sebuah brand dianggap bisa
    mewakili ekspresi pribadi seseorang.
  • Brand Personality
    Brand Personality dapat didefinisikan sebagai perangkat
    karakter personal yang akan diasosiasikan oleh konsumen
    terhadap sebuah brand tertentu.
  • User Imagery
    User Imagery dapat didefinisikan sebagai serangkaian
    karakteristik manusia yang diasosiasikan dengan ciri-ciri
    tipikal dari konsumen yang menggunakan atau
    mengkonsumsi brand ini.
  • Organizational Associations
    Konsumen seringkali menghubungkan produk yang
    dibelinya dengan kredibilitas perusahaan yang membuatnya.
    Hal ini yang kemudian mempengaruhi persepsinya terhadap
    sebuah brand yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut.
  • Brand Consumer Relationship
    Sebuah brand harus bisa menciptakan hubungan dengan
    konsumennya. Hal ini dapat diukur dengan tujuh dimensi,
    yaitu sebagai berikut :
  1. Behavior Interdevendence, seperti konsumen merasa
    sangat tergantung dengan suatu brand.
  2. Personal Commitment, seperti konsumen merasa loyal
    dengan brand.
  3. Love and Passion, seperti konsumen akan merasa
    kecewa jika brand tidak dapat menemukan ketika dia
    membutuhkan
  4. Nostalgic Connection, yaitu mengingatkan konsumen
    akan sesuatu atau pengalaman di masa lalu.
  5. Self Concept, yaitu mengingatkan konsumen tentang
    dirinya.
  6. Intimacy, yaitu konsumen merasa familiar dengan brand.
  7. Patner Quality, yaitu konsumen merasa suatu brand
    dapat mengerti kebutuhan dan keinginannya