Hubungan Kepemimpinan Transformasional Dengan EmotionalIntelligence


Menurut Sari (2019) mendefinisikan kepemimpinan transformasional sebagai
Gaya kepemimpinan yang memberikan perhatian terhadap bawahan yang
dimilikinya agar memacu semangat dan motivasi bagi mereka. Pemimpin yang
menerapkan tipe kepemimpinan transformasional ini akan cenderung memacu
pengikutnya untuk menghasilkan karya melebihi apa yang diharapkan, yaitu
dengan mengubah visi, menjadi teladan, memberikan dukungan, dan merangsang
keinginan untuk berubah menjadi lebih baik. Pengikut memiliki kepercayaan,
kekaguman, kesetiaan, dan rasa hormat terhadap pemimpin mereka, sehingga
mereka akan dengan mudah melakukan lebih banyak pekerjaan dari yang
diharapkan.
Gaya Kepemimpinan transformasional dianggap sebagai faktor penting
dalam perubahan organisasi. Pemimpin transformasional pada dasarnya harus
dapat mempengaruhi bawahannya, serta memberi wewenang kepada orang lain
untuk melaksanakan visi dan misi yang dapat melampaui apa yang mereka anggap
sebagai batas mereka. Untuk dapat mempengaruhi bawahannya, pemimpin harus
memiliki hubungan emosional yang baik dengan para karyawan.
Penelitian yang dilakukan Nurwahdah (2022) mengungkapkan bahwa
kepemimpinan transformasional hijau berpengaruh positif dan signifikan terhadap
Kecerdasan Emosional pada UKM Batik Warna Alam Klaten Jawa Tengah. Selain
23
itu, penelitian dari Fayyaz et al. (2022) mengungkapkan bahwa kecerdasan
emosional berpengaruh langsung, positif dan signifikan terhadap hubungan
kepemimpinan transformasional dan project success, hal ini menunjukkan bahwa
kecerdasan emosional mempengaruhi dan menandakan hubungan kepemimpinan
transformasional dan project success. Pentingnya pengaruh Kecerdasan Emosional
terhadap hubungan antara kepemimpinan transformasional dan project success
berhasil dijelaskan dalam penelitian ini