Proses Keputusan Pembelian


Proses keputusan pembelian menurut Kotler dan Armstrong (2019;179) adalah
sebagai berikut :

  1. Pengenalan Kebutuhan
    Tahap pertama proses keputusan pembeli dimana konsumen menyadari
    suatu masalah atau kebutuhan. Kebutuhan dapat dipicu oleh rangsangan
    internal ketika kebutuhan normal seseorang seperti lapar dan haus timbul pada
    tingkat yang cukup tinggi sehingga menjadi dorongan. Kebutuhan juga dapat
    dipicu oleh rangsangan external seperti iklan yang beredar dapat membuat
    konsumen berpikir untuk membeli apa yang diiklankan.
  2. Pencarian Informasi
    Tahap proses keputusan pembeli dimana konsumen ingin mencari
    informasi lebih banyak. Konsumen mungkin hanya memperbesar perhatian
    atau melakukan pencarian informasi secara aktif. Semakin banyak informasi
    yang diperoleh konsumen, kesadaran konsumen dan pengetahuan akan produk
    yang ditawarkan perusahaan akan meningkat. Konsumen dapat memperoleh
    informasi dari berbagai sumber, termasuk sumber pribadi seperti keluarga,
    teman, tetangga, dan kenalan, sumber komersial seperti iklan, distributor, situs
    web, dan kemasan, sumber publik seperti media massa, organisasi
    pemeringkat konsumen, dan Internet. pencarian, dan sumber pengalaman
    seperti penanganan, pemeriksaan, dan penggunaan produk, menurut Kotler
    dan Armstrong (2019: 180).
  3. Evaluasi Alternatif
    Tahap proses keputusan pembeli dimana konsumen menggunakan
    informasi untuk mengevaluasi merek alternatif dalam sekelompok pilihan.
    Bagaimana cara konsumen mengevaluasi alternatif bergantung pada
    konsumen pribadi dan situasi pembelian tertentu. Perusahaan harus
    mempelajari pembeli untuk menentukan bagaimana cara konsumen
    sebenarnya dalam mengevaluasi pilihan merek.
  4. Keputusan Pembelian
    Tahap keputusan pembeli mengenai merek mana yang akan dibeli. Dalam
    tahap evaluasi konsumen menentukan peringkat merek dan membentuk niat
    pembelian. Dalam keputusan pembelian konsumen terdapat dua faktor
    diantara niat pembelian dan keputusan pembelian. Faktor pertama yaitu sikap
    orang lain, dimana jika seseorang yang mempunyai arti penting bagi
    konsumen berpikir bahwa konsumen seharusnya membeli produk yang paling
    murah, maka peluang konsumen untuk membeli produk yang lebih mahal
    berkurang. Faktor kedua yaitu faktor situasional yang tidak diharapkan,
    dimana konsumen membentuk niat pembelian berdasarkan faktor harga,
    pendapatan, dan manfaat produk, namun kejadian tak terduga bisa mengubah
    niat pembelian seperti ekonomi memburuk.
  5. Perilaku Pasca Pembelian
    Tahap proses keputusan pembeli dimana konsumen mengambil tindakan
    selanjutnya setelah pembelian, berdasarkan kepuasan atau ketidakpuasan
    konsumen. Jika produk memenuhi ekspektasi konsumen, maka konsumen
    merasa puas dan begitu sebaliknya jika produk tidak mampu memenuhi
    ekspektasi konsumen, maka konsumen kecewa. Semakin besar kesenjangan
    antara ekspektasi dan kinerja, semakin besar ketidakpuasan konsumen.