Supply Chain Operations Reference


Menurut Pujawan (2005) Supply Chain Operation Reference (SCOR)
merupakan suatu model acuan dari operasi rantai pasok. SCOR ini biasanya
digunakan untuk pengukuran kinerja rantai pasok dalam perusahaan,
meningkkatkan kinerjanya dan mengkomunikasikan kepada pihak-pihak yang ada
di dalamnya. Selain itu SCOR juga merupakan alat manajemen yang di dalamnya
mencakup mulai dari pemasok hingga konsumen akhir. SCOR merupakan metode
sistematis yang mengkombinasikan elemen-elemen seperti teknik bisnis,
benchmarking dan praktek terbaik untuk diterapkan dalam rantai pasok yang
nantinya diwujudkan dalam suatu kerangka kerja yang komprehensif untuk
digunakan sebagai referensi dalam meningkatkan kinerja rantai pasok dalam suatu
perusahaan (Marimin dan Maghfiroh, 2010).
Menurut Stevenson (2014) di dalam model SCOR disediakan suatu
kerangka kerja yang digunakan untuk menghubungkan proses, metrik, praktik
terbaik serta teknologi untuk memberikan fasilitas komunikasi antar anggota rantai
pasok berdasarkan tiga tingkatan detail. Berikut ini penjelasan tiga tingkatan
tersebut:

  1. Tingkat 1, mendefinisikan mengenai cakupan dan isi dengan menentukaan target
    kinerja rantai pasok.
  2. Tingkat 2, pada tingkat ini rantai pasok dikonfigurasikan menggunakan
    “kategori proses” inti yang didefinisikan dalam SCOR. Konfigurasi tersebut
    kemudian akan mewakili strategi dari operasi rantai pasok.
  3. Tingkat 3, mendefinisikan kemampuan perusahaan untuk bersaing dengan
    memeriksa detail elemen proses, masukan serta hasil proses, indikator kerja dan
    praktik terbaik