Kinerja Manajemen Rantai Pasok


Menurut Djaali dan Muljono (2007) pengukuran merupakan suatu kegiatan
yang dilakukan untuk mengukur dalam artian memberi angka atau nilai terhadap
sesuatu yang disebut obyek pengukuran atau obyek ukur. Mengukur pada
hakikatnya merupakan pemasangan atau korespondensi 1-1 antara angka yang
diberikan dengan fakta yang diberi angka. Menurut Hertz (2009) istilah kinerja atau
performance mengacu pada hasil output dan sesuatu yang dihasilkan dari proses
produksi dan pelanggan yang dapat dievaluasi serta dibandingkan secara relatif
dengan tujuan, standar, hasil masa lalu dan organisasi lainnya.
Pengukuran kinerja adalah membandingkan antara hasil yang diperoleh
dengan yang direncanakan. Sasaran yang sudah dipilih harus diteliti satu per satu,
mana yang telah dicapai sepenuhnya (100%), mana yang di atas standar (target) dan
mana yang di bawah target atau tidak tercapai penuh (Ruky, 2001).
Kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian suatu tugas di
dalam suatu organisasi dalam upaya mewujudkan tujuan, visi, misi dan sasaran dari
organisasi tersebut. Menurut Sutrisno (2010) kinerja merupakan kualitas, kuantitas
serta waktu yang digunakan dalam menjalankan tugas. Kinerja yang baik
merupakan kinerja yang sesuai dengan tata cara serta mengikuti prosedur sesuai
dengan standar yang telah ditetapkan, namun di dalam kinerja tersebut harus
memiliki beberapa kriteria agar mampu meningkatkan produktivitas sehingga apa
yang diharapkan mampu berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Meningkatkan
kinerja yang baik harus mampu mengintropeksi diri demi tercapainya kinerja yang
lebih baik ke depannya, bekerja sesuai dengan porsi dan posisinya, serta sesuai
dengan job-nya masing-masing. Kinerja berhubungan erat dengan masalah
produktivitas karena merupakan indikator yang digunakan dalam menentukan
usaha dalam mencapai tingkat produktivitas yang tinggi dalam suatu organisasi.
Upaya dalam mengendalikan penilaian terhadap kinerja di dalam suatu organisasi
merupakan hal yang sangat penting. Menurut Siahaya (2015) di dalam mengukur
kinerja, aktivitas yang dapat digunakan sebagai tolak ukur di dalam supply chain
management adalah sebagai berikut :

  1. Biaya
    Biaya yang muncu di dalam pelaksanaan aktivitas aliran barang, yaitu meliputi
    biaya bahan baku, tenaga kerja, produksi, penyimpanan, transportasi serta
    distribusi. Kinerja biaya ini diukur serta dibandingkan berdasarkan nilai (biaya)
    acuan.
  2. Waktu
    Waktu yang digunakan dalam pelaksanaan aktivitas aliran barang. Kecepatan
    proses serta suplai ditentukan berdasarkan waktu yang dialokasikan oleh
    beberapa elemen supply chain. Waktu yang disebutkan mencakup pengadaan,
    produksi, distribusi serta pengembangan produk baru. Kinerja waktu diukur
    serta dibandingkan berdasarkan standar waktu yang telah ditentukan.
  3. Kapasitas
    Kapasitas merupakan ukuran seberapa besar volume pekerjaan yang mampu
    dilakukan oleh suatu sistem atau unit dari supply chain dalam periode tertentu.
    Kapasitas digunakan untuk perencanaan produksi serta pengiriman kepada
    pelanggan. Kinerja kapasitas berdasarkan perbandingan antara volume
    pekerjaan dengan rencana awal.
  4. Kapabilitas
    Kapabilitas adalah kemampuan agregat dalam melaksanakan aktivitas aliran
    barang. Kinerja dalam kapabilitas supply chain meliputi kehandalan mesin
    produksi, fleksibilitas serta ketersediaan bahan baku dan barang jadi.
  5. Produktivitas
    Sejauh mana sumber daya yang ada dalam supply chain mampu digunakan
    secara efektif dalam mengubah input menjadi output. Kinerja dalam
    produktivitas diukur berdasarkan ratio antara keluaran yang efektif terhadap
    keseluruhan input yang terdiri dari modal, bahan baku, energi serta tenaga kerja.
  6. Utilitas
    Merupakan tingkat pemakaian sumber daya dalam kegiatan supply chain
    terhadap kemampuan unit yang bersangkutan. Kinerja dalam utilitas meliputi
    pabrik, gudang dan mesin.
  7. Outcome
    Merupakan hasil serta proses atau aktivitas dalam aliran barang. Pada proses
    produksi, outcome bisa berupa nilai tambah yang diberikan pada produk yang
    dihasilkan