Supply Chain Management (SCM)


Menurut David Jacoby “SCM adalah koordinasi dari satuan kegiatan, yang
termasuk dalam kegiatan tersebut adalah memindahkan barang atau produk dari
jasa supplier akhir, sampai ke pelanggan akhir, dengan berusaha memaksimalkan
nilai tambah ekonomisnya.”
Menurut Martin Christopher “SCM adalah manajemen hubungan antara
aliran dari mulai hulu sampai menuju hilir, dengan melibatkan para pemasok dan
para pelanggan dalm rangka menyerahkan nilai unggul pelanggan (superior
customer value) secara murah kedalam keseluruhan sistem rantai pasokan.”
Menurut I Nyoman Pujawan dan Mahendrawathi “Supply chain management
(SCM) adalah metode atau pendekatan integrative mengelola aliran produk,
informasi, dan uang secara integritas yang melibatkan pihak-pihak mulai dari hulu
ke hilir yang terdiri dari supplier, pabrik, jaringan distribusi maupun jasa-jasa
logistik”.
Supply chain management adalah metode atau pendekatan integrative untuk
mengelola aliran produk, informasi, dan uang secara terintegrasi yang melibatkan
pihak-pihak mulai dari hulu ke hilir. Prinsip penting dalam SCM adalah transparasi
informasi dan kolaborasi, baik antar fungsi di internal perusahaan maupun dengan
pihak-pihak diluar perusahaan disepanjang supply chain.
Pada suatu supply chain biasanya ada tiga macam aliran yang harus
dikelola. Tiga macam aliran yang harus dikelola adalah sebagai berikut:

  1. Pertama, aliran barang yang mengalir dari hulu (upstream) ke hilir
    (downstream).
  2. Kedua, aliran uang dan sejenisnya yang mengalir dari hilir ke hulu.
  3. Ketiga, aliran informasi yang bisa terjadi dari hulu ke hilir ataupun
    sebaliknya.