Supply Chain Management


Supply chain management adalah kegiatan mengoordinasikan rantai pasokan
dari perusahaan-perusahaan yang saling berrhubungan dengan tujuan untuk
memaksimalkan keunggulan yang kompetitif dan bermanfaat bagi konsumen akhir.
Supply chain management merupakan aktivitas yang berhubungan dengan
pengadaan bahan baku dan pelayanan, mengubah bahan baku menjadi bahan
setengah jadi dan barang jadi serta mengirimkan produk tersebut kedalam sistem
distribusi (Heizer dan Render, 2014). Peran supply chain juga penting guna
menjaga hubungan dengan para stakeholder perusahaan. Stakeholders merupakan
individu maupun organisasi yang dipengaruhi, baik secara langsung maupun tidak
langsung, oleh tindakan perusahaan. Dalam supply chain sendiri secara horizontal
terdapat lima pihak yang berperan yaitu: supplier (pemasok), manufacturer (pabrik
pembuat barang), distributor (pedagang besar), retailer (pengecer) dan customer
(pelanggan). Sedangkan apabila dilihat secara vertikal ada beberapa pihak yang
berperan yaitu: buyer (pembeli), transporter (pengangkut), warehouse
(penyimpanan), dan seller (Jacobs dan Chase, 2014).
Menurut Pujawan (2017), dalam rantai pasok atau yang biasa disebut dengan
supply chain terdapat tiga macam aliran, yaitu:

  1. Aliran barang. Aliran barang merupakan aktivitas yang mengalir dari hulu
    (upstream) menuju ke hilir (downstream). Contoh aliran barang adalah mate-
    rial plywood yang dikirim dari supplier menuju pabrik pengolahan meuble.
    Setelah meuble selesai diproduksi selanjutnya dikirimkan ke distributor untuk
    diteruskan ke ritel atau pengecer, dan akan digunakan oleh pemakai akhir.
  2. Aliran uang. Aliran uang ini kebalikan dari aliran barang yaitu aktivitas yang
    mengalir dari hilir (downstream) menuju ke hulu (upstream). Contoh aliran
    uang adalah pembayaran yang dikeluarkan oleh pemakai akhir dan
    dibayarkan kepada pihak ritel atau pengecer. Pihak ritel ini nantinya akan
    membeli pasokan barang dari pabrik kemudian pabrik akan membayarkannya
    kepada supplier untuk pembelian bahan baku agar dapat digunakan untuk
    produksi barang kembali.
  3. Aliran informasi. Aliran informasi dapat mengalir dari dua arah yaitu dari
    hilir (downstream) ke hulu (upstream) maupun dari hulu (upstream) ke hilir
    (downstream). Contoh aliran informasi adalah informasi pemesanan material
    produksi dari pabrik (hilir) ke supplier (hulu), dan sebaliknya informasi
    ketersediaan barang dari pabrik (hulu) ke ritel atau pengecer (hilir).