Pengertian Kompetesi Kewirausahaan


Kompetensi kewirausahaan adalah segala sesuatu hal yang dapat
menunjang keberhasilan bisnis atau biasa disebut sebagai atribut kewirausahaan
yang meliputi kepribadian, kemampuan, perilaku, keterampilan, pengetahuan,
sikap, dan keyakinan. Kompetensi merupakan suatu variabel yang melintasi
tingkat analisis – motif dan sifat, tindakan mandiri yang diarahkan, kinerja
kelompok dan organisasi. Kompetensi juga melintasi disiplin manajemen bisnis
dan sama-sama menarik bagi mereka yang fokusnya adalah strategi, pemasaran,
pengorganisasian, psikologi, dan perilaku. Kompetensi kewirausahaan yang
dimiliki seseorang akan mampu mengidentifikasi bagaimana pengetahuan,
keterampilan, dan kemampuan individu yang dimilikinya sehingga menjadi
modal. Terdapat enam indikator yang dapat dijadikan alat ukur kompetensi
kewirausahaan yaitu terdiri dari:

  1. Kompetensi peluang (Opportunity Competencies)
    Kompetensi peluang adalah salah satu kompetensi yang paling
    berbeda bagi pelaku usaha. Peran penting dari pelaku usaha adalah
    kemampuan untuk mengenali peluang bisnis untuk memperoleh
    suatu kesempatan. Kategori dari kompetensi ini meliputi kegiatan
    dalam memperoleh keuntungan, aktif dalam mencari peluang bisnis,
    dan mengembangkan peluang bisnis.
  2. Kompetensi hubungan (Relationship Competencies)
    Kompetensi ini berkaitan erat dengan hubungan interaksi antar
    individu dengan individu yang lainnya. Selain itu, kompetensi ini
    juga meliputi bagaimana membangun kerja sama dan kepercayaan
    dengan rekan bisnis, berkomunikasi dengan baik untuk kepentingan
    bisnis, dan kemampuan untuk mengajak.
  3. Kompetensi Konseptual (Conceptual Competencies)
    Kategori kompetensi ini tidak mudah diidentifikasi sebagai suatu
    perilaku, tetapi lebih sering dipertimbangkan sebagai kunci sukses
    dari seorang pelaku usaha. Kompetensi konseptual ini meliputi
    kemampuan dalam menciptakan pemikiran kognitif dan analitikal,
    belajar, membuat keputusan dan menyelesaikan masalah, dan
    inovasi.
  4. Kompetensi Mengorganisasi (Organizing Competencies)
    Kompetensi mengorganisasi serupa dengan kompetensi mengelola.
    Kompetensi ini meliputi kemampuan untuk memimpin perusahaan,
    mengendalikan perusahaan, memantau kegiatan, mengorganisasi
    sumber daya, dan mengembangkan sumber daya eksternal dan
    internal.
  5. Kompetensi Strategis (Strategic Competencies)
    Sebagai pemilik dari suatu usaha, seorang pengusaha harus
    menentukan arah seluruh perusahaan. Kategori kompetensi ini
    mendorong pelaku usaha agar memiliki visi atau gambaran umum
    atas bisnis mereka. Pelaku usaha harus menyusun rencana strategis
    agar tujuan bisnisnya dapat tercapai. Lebih lanjut, kategori
    kompetensi strategis berkaitan dengan bagaimana mengatur,
    mengevaluasi, dan mengimplementasikan strategi perusahaan untuk
    mencapai tujuan bisnisnya.
  6. Kompetensi Komitmen (Commitment Competencies)
    Seorang pelaku usaha yang sukses sering dikategorikan sebagai
    pelaku usaha yang rajin dan tidak mementingkan waktu istirahat.
    Dengan kata lain, mereka memiliki kompetensi yang kuat dalam
    berkomitmen, menentukan dan mendedikasikan, serta mengambil
    tindakan proaktif terhadap tanggung jawab dan tugas mereka.
    (Sugandi dan Suhaeni, 2020)