Menurut Akbar (2014) sebagaimana yang telah dikutip oleh Sitio (2017)
metode AHP sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan memiliki
keuntungan sebagai berikut:
a. Kesatuan (Unity)
AHP menjadikan permasalahan yang umum dan tidak terstruktur menjadi
suatu model yang fleksibel dan mudah dipahami.
b. Kompleksitas (Complexity)
AHP dapat menyelesaikan permasalahan yang kompleks menggunakan
pendekatan sistem dan pengintegrasian secara deduktif.
c. Saling ketergantungan (Inter Dependence)
AHP dapat difungsikan pada elemen-elemen sistem yang saling bebas dan
tidak membutuhkan hubungan linier.
d. Struktur hirarki (Hierarchy Structuring)
AHP mewakili pemikiran alamiah yang cenderung mengelompokkan elemen
sistem ke level- level yang berbeda dari masing-masing level berisi elemen
yang serupa (kriteria dan sub kriteria).
e. Pengukuran (Measurement)
AHP menyediakan skala pengukuran dan metode untuk mendapatkan
prioritas.
f. Konsistensi (Consistency)
AHP mempertimbangkan konsistensi logis dalam penilaian yang digunakan
untuk menentukan prioritas.
g. Sintesis (Synthesis)
AHP mengarah pada perkiraan keseluruhan mengenai seberapa
diinginkannya masing-masing alternatif.
h. Tawar menawar (Trade Off)
AHP mempertimbangkan prioritas relatif faktor- faktor pada sistem sehingga
orang mampu memilih altenatif terbaik berdasarkan tujuan mereka.
i. Penilaian dan konsensus (Judgement and Consensus)
AHP tidak mengharuskan adanya suatu konsensus, tapi menggabungkan hasil
penilaian yang berbeda.
j. Pengulangan proses (Process Repetition)
AHP mampu membuat orang menyaring definisi dari suatu permasalahan dan
mengembangkan penilaian serta pengertian mereka melalui proses
pengulangan
