Green SCOR


Model Green SCOR merupakan pengembangan berdasarkan model yang
sudah ada sebelumnya yaitu model SCOR. Model ini dimodifikasi dari model
SCOR yang menambahkan aspek lingkungan ke dalam rantai pasok sehingga
model ini dijadikan alat untuk mengelola dampak lingkungan dari suatu rantai
pasok. Model SCOR merupakan model yang tercipta dari proses operasi supply
chain, Model SCOR juga mengintegrasikan tiga unsur utama manajemen, yaitu,
Business process Reengineering(BPR), Benchmarking, dan Best Practice Analysis
(BPA) kedalam kerangka lintas fungsi supply chain (Dheeraj & Vishal, 2012).
Terdapat 5 komponen utama dalam model Green SCOR yang digunakan dalam
penelitian ini, diantaranya (Kusrini, dkk., 2019):
a. Plan merupakan segala aktivitas yang berkaitan dengan produksi. Proses
plan melibatkan berbagai pihak. Plan yang digunakan yaitu terkait dengan
penggunaan sumber daya seperti air dan energi listrik pada setiap proses
produksinya.
b. Source merupakan kegiatan yang meliputi pengadaan bahan baku dan bahan
lain yang dibutuhkan dalam proses bisnis dan akan berkaitan dengan
pemasok.
c. Make merupakan kegiatan yang meliputi pemberian nilai tambah produk
yang ditawarkan kepada konsumen.
d. Delivery merupakan kegiatan yang meliputi proses pendistribusian produk
atau jasa yang ditawarkan kepada pelanggan.
e. Return merupakan kegiatan yang meliputi proses pengembalian produk baik
dengan kondisi apapun sebagai upaya meningkatkan produk .
f. Enable merupakan proses yang mendukung realisasi dan tata kelola
perencanaan dan pelaksanaan proses rantai pasokan.