Menurut Ernawati (2016) ukuran perusahaan menggambarkan besar
kecilnya suatu perusahaan yang dapat dinyatakan dengan total aset atau total
penjualan bersih. Ukuran perusahaan merupakan suatu skala dimana dapat
diklasifikasikan besar kecilnya perusahaan. Ukuran perusahaan merupakan
salah satu indikator yang digunakan investor dalam menilai asset maupun
kinerja perusahaan.
Menurut I Gusti Ngurah Gede Rudangga dan Gede Merta Sudiarta
(2016 ) Ukuran perusahaan dapat dinyatakan dengan total asset yang di miliki
oleh perusahaan. Dalam ukuran perusahaan terdapat tiga variabel yang dapat
menentukan ukuran perusahaan yaitu total asset, penjualan, dan kapitalisasi
pasar. Karena variabel itu dapat menentukan besarnya suatu perusahaan.
Penentuan ukuran perusahaan dalam penelitian ini didasarkan kepada total
aset perusahaan, karena total aset dianggap lebih stabil dan lebih dapat
mencerminkan ukuran perusahaan ( Nurminda 2017). Semakin tinggi total
asset (yang menunjukkan harta yang dimiliki perusahaan) mengindikasikan
bahwa perusahaan tersebut tergolong perusahaan besar. Sebaliknya, semakin
rendah total asset mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut tergolong
perusahaan kecil. Semakin besar total asset menunjukkan bahwa semakin
besar pula harta yang dimiliki perusahaan, sehingga investor akan semakin
aman dalam berinvestasi ke perusahaan tersebut.
Ukuran perusahaan yang didasarkan pada total assets yang dimiliki
oleh perusahaan diatur dengan ketentuan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil
dan Menengah 06/per/M.KUKM/XI/2012 menurut Undang-Undang No.20
Tahun 2008 Berdasarkan uraian di atas, maka untuk menentukan ukuran
perusahaan digunakan ukuran aktiva. Perusahaan yang mempunyai aset lebih
besar cenderung memiliki kemampuan bersaing yang lebih baik dibandingkan
dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki aset kecil.
Ukuran perusahaan dinyatakan sebagai determinan dari struktur
keuangan dalam hampir setiap studi untuk alasan yang berbeda. Beberapa
alasan yang sering digunakan oleh peneliti dijabarkan sebagai berikut :
- Ukuran perusahaan dapat menentukan tingkat kemudahan perusahaan
memperoleh dana dari pasar modal.
Perusahaan kecil umumnya kekurangan akses ke pasar modal
yang terorganisir, baik untuk obligasi maupun saham. Meskipun mereka
memiliki akses, biaya peluncuran dari penjualan sejumlah kecil sekuritas
dapat menjadi penghambat. Jika penerbitan sekuritas dapat dilakukan,
sekuritas perusahaan kecil mungkin kurang dapat dipasarkan sehingga
membutuhkan penentuan harga sedemikian rupa agar investor
mendapatkan hasil yang memberikan return lebih tinggi secara
signifikan. - Ukuran perusahaan menentukan kekuatan tawar-menawar dalam kontrak
keuangan.
Perusahaan besar biasanya dapat memilih pendanaan dari
berbagaibentuk hutang, termasuk penawaran spesial yang lebih
menguntungkandibandingkan yang ditawarkan perusahaan kecil.
Semakin besar jumlah uang yang digunakan, semakin besar
kemungkinan kemungkinan pembuatan kontrak yang dirancang sesuai
dengan preferensi kedua pihak sebagai ganti dari penggunaan kontrak
standar hutang. - Terdapat kemungkinan adanya pengaruh skala perusahaan terkait biaya
dan return membuat perusahaan yang lebih besar dapat memperoleh lebih
banyak laba.
15
Ukuran perusahaan diikuti oleh karakteristik lain yang
mempengaruhi struktur keuangan. Karakteristik lain tersebut seperti
perusahaan sering tidak mempunyai staf khusus, tidak menggunakan
rencana keuangan, dan tidak mengembangkan sistem akuntansi mereka
menjadi suatu sistem manajemen, yang umum terjadi di perusahaan
skala kecil. Hal ini berpengaruh terhadap besarnya biaya yang digunakan
untuk kegiatan operasional dan tingkat laba yang dihasilkan.
Faktor utama yang mempengaruhi ukuran perusahaan: - Besarnya total aktiva
- Besarnya hasil penjualan,
- Besarnya kapitalisasi pasar.
Dalam artian semakin besar aktiva suatu perusahaan maka akan
semakin besar pula modal yang ditanam. Semakin besar total penjualan suatu
perusahaan maka akan semakin banyak juga perputaran uang dan semakin
besar kapitalisasi pasar maka semakin besar pula perusahaan dikenal oleh
masyarakat. Pertumbuhan perusahaan berbanding Lurus dengan Ukuran
perusahaan, sehingga semakin cepat pertumbuhan perusahaan maka semakin
besar pula ukuran perusahaan.
Perusahaan yang lebih besar memiliki akses yang lebih besar untuk
mendapat sumber pendanaan dari berbagai sumber sehingga untuk
memperoleh pinjaman dari kreditur pun akan lebih mudah karena perusahaan
dengan ukuran besar memiliki profitabilitas lebih besar untuk memenangkan
persaingan atau bertahan dalam industri. Semakin besar ukuran suatu
perusahaan, maka kecenderungan menggunakan modal asing juga semakin
besar. Hal ini disebabkan karena perusahaan besar membutuhkan dana yang
besar pula untuk menunjang operasionalnya, dan salah satu alternatif
pemenuhannya adalah dengan modal asing apabila modal sendiri tidak
mencukupi.
Size juga dapat digunakan sebagai proksi untuk menjelaskan berbagai
pengungkapan laporan tahunan terkait informasi internal perusahaan.
16
Penelitian yang dilakukan oleh Utari (2014) memiliki hasil bahwa ukuran
perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas. Ukuran
perusahaan diproksikan dengan total aktiva perusahaan setiap tahun. Hal ini
menunjukkan seberapa besar harta yang dimiliki perusahaan. Perusahaan
dengan asset yang besar cenderung akan menggunakan sumber daya yang ada
semaksimal mungkin untuk menghasilkan keuntungan usaha yang maksimal.
Perusahaan dengan asset yang kecil tentunya juga menghasilkan keuntungan
sesuai dengan asset yang dimilikinya yang relatif kecil
Ukuran Perusahaan menunjukkan besar atau kecilnya kekayaan (asset)
yang dimiliki suatu perusahaan. Pengukuran ini bertujuan untuk membedakan
secara kuantitatif antara perusahaan besar (large firm) dengan perusahaan
kecil (small firm), perbedaan besar kecilnya suatu perusahaan dapat
mempengaruhi kemampuan manajemen untuk mengoperasikan perusahaan
dengan berbagai situasi dan kondisi yang dihadapinya. Pengukuran aktiva
dapat diukur dengan logaritma dari total aktiva. Logaritma digunakan untuk
memperhalus asset karena nilai dari asset tersebut yang sangat besar dibanding
variabel keuangan lainnya.
Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
πππ§π = πΏππ πππ‘ππ π΄π π ποΏ½
