Macam-macam Risiko


Menurut Gondodiyoto (2006,p302), ancaman terhadap keamanan dapat
bersifat karena alam, manusia, yang berifat kelelalaian atau kesengajaan, antara
lain :
a) Ancaman kebakaran
Beberapa pelaksanaan keamanan untuk ancaman kebakaran :
a. Memiliki alat pemadam kebakaran otomatis dan tabung pemadam
kebakaran.
b. Memiliki pintu/tangga darurat
c. Melakukan pengecekan rutin dan pengujian terhadap sistem
pelindungan kebakaran untuk dapat memastikan bahwa segala
sesuatunya telah dirawat dengan baik.
b) Ancaman banjir
` Beberapa pelaksanaan pengamanan untuk ancaman banjir :
a. Usahkan bahan atap, dinding dan lantai yang tahan air
b. Semua material asset informasi di taruh di tempat yang tinggi
c. Perubahan tegangan sumber energi
d. Pelaksanaan pengaman untuk mengantisipasi perubahan tegangan
sumber energi, misalnya : menggunakan stabilizer atau power
supplay (UPS).
c) Kerusakan Strukural
Pelaksanaan pengaman untuk antisipasi kerusakan structural misalnya :
memilih lokasi perusahaan yang jarang terjadi gempa, angin ribut,
banjir.
d) Penyusup
Pelaksanaan pengamanan untuk mengantisipasi penyusup adalah
penempatkan penjaga dan penggunaan alarm atau kamera pengawas.
e) Virus
Pelaksanaan pengamanan untuk mengantisipasi virus adalah :
a. Preventif, seperti memaang anti virus dan melakukan update secara
rutin
b. Detektif, misalnya melakukan scan file sebelum digunakan.
c. Korektif, misalnya memastikan backup data bebas virus, pemakaian
anti virus terhadap file yang terinfeksi.
f) Hacking
Beberapa pelaksanaan pengamanan untuk mengantisipasi hacking :
a. Penggunaan control logical seperti pengguanaan password yang
sulit ditebak. Petugas keamanan secara teratur memonitori sistem
yang digunakan.
g) Kegagalan jaringan, kegagalan sistem dan data
Beberapa pelaksanaan pengamanan untuk mengantisipasi risiko
tersebut :
a. Recovery Time Objectives (RTO) adalah lama waktu yang
dibutuhkan untuk pemulihan sistem dan data.Jika antar komponen
layanan atau service component terjadi dependency, maka waktu
recovery dihitung secara serial untuk komponen-komponen yang
interdepencency.Jika antar komponen layanan tidak saling
bergantung, recovery time dapat dihitung secara paralel antara
komponen layanan.Maksimum RTO adalah 80% dari maksimum
waktu layanan tidak befungsi yang ditoleransi atau MTDL.
b. Recovery Point Objectives (RPO) adalah ambang berapa banyak data
yang boleh hilang sejak terakhir backup dilakukan. Jika backup
dilakukan sekali sehari pada malam hari, sementara kerusakan
sistem/storage dapat terjadi beberapa menit sebelum proses backup
dijalankan, maka nilai RPO adalah 24 jam. Dengan kata lain RPO
merupakan pernyataan berapa lama suatu informasi/data boleh
hilang.