Green Transformational Leadership (Kepemimpinan Transformational ProLingkungan)


Menurut Robertson dan Barling (2013) Kepemimpinan transformational pro-lingkungan
diartikan sebagai “manifestasi kepemimpinan transformasional, yang dimana isi dari perilaku
kepemimpinan difokuskan untuk mendorong inisiatif lingkungan”. Seorang pemimpin
transformasional yang memiliki nilai-nilai hijau, maka ia akan memberikan pengaruh pada
perilaku hijau bawahannya, dimana dia akan memotivasi bawahan untuk mengatasi hambatan
dengan lebih memperhatikan hal-hal yang bermanfaat bagi lingkungan organisasi, berpikir
tentang pengembangan organisasi yang berkelanjutan, dan memecahkan masalah lingkungan
dengan cara yang lebih inovatif. Selain itu juga meningkatkan keprihatinan bawahan tentang
masalah lingkungan dengan membangun hubungan baik dengan mereka dan kemudian
meningkatkan nilai-nilai hijau bawahannya.
Menurut Robertson dan Barling (2017) pemimpin transformasional yang spesifik
lingkungan menggunakan empat dimensi perilaku transformasional yaitu green idealized
influence yang berarti bertindak sebagai model peran lingkungan (pengaruh yang diidealkan),
green inspirational motivation yang berarti menginspirasi para pengikut untuk terlibat dalam
perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungan (motivasi inspirasional), green intellectual
simulation yang berarti mendorong karyawan untuk memikirkan masalah lingkungan dengan cara
baru dan ide kreatif, green individualized consideration yang berarti membangun hubungan yang
erat dengan karyawan untuk memengaruhi kinerja lingkungan mereka (pertimbangan individual).