Orientasi Pemasaran


lima konsep bersaing yang sering dijadikan rujukan oleh
perusahaan dalam melaksanakan kegiatan pemasaran (Kothler dan
Amstrong, 2012) menyatakan antara lain:

  1. Produksi
    Konsep produksi adalah konsep tertua. Falsafah bahwa konsumen
    akan lebih menyukai produk yang tersedia secara luas dan dengan
    harga yang terjangkau sehingga manajemen harus berusaha dengan
    fokus memperbaiki dan memperbaharui produksi dan efesiensi
    distribusi
  2. Produk
    Gagasan bahwa konsumen akan menyukai produk-produk yang akan
    menawarkan fitur yang mempunyai mutu terbaik, kinerja terbaik,
    inovatif dan untuk itu organisasi harus mencurahkan energi untuk
    terus menerus melakukan pengembangan produk. Versi terperinci
    dari gagasan baru dinyatakan dalam istilah yang berarti bagi
    konsumen. Konsep ini menunjukkan bahwa selera dan keinginan
    konsumen sangat berpengaruh dalam menciptakan produk dan
    tentunya hal ini juga berkaitan dengan persaingan perusahaan yang
    harus memperlihatkan keunggulan pada konsumen dengan cara yang
    dimengerti dan sangat menarik bagi konsumen.
  3. Penjualan
    Konsep penjualan berkeyakinan bahwa konsumen dan perusahaan
    bisnis, jika dibiarkan, tidak akan secara teratur membeli cukup
    banyak produk yang ditawarkan oleh organisasi tertentu, kecuali
    organisasi tersebut, harus melakukan usaha penjualan dan promosi
    yang agresif dan berskala besar. Konsep itu mengansumsikan para
    konsumen umumnya menunjukkan keenggangan atau penolakan
    untuk membeli sehingga harus dibujuk supaya membeli. Konsep
    tersebut mengasumsikanbahwa perusahaan memiliki banyak sekali
    alat penjualan da promosi yang efektif yang dapat merangsang lebih
    banyak pembelian.
  4. Pemasaran
    Konsep pemasaran menegaskan bahwa kunci untuk mencapai
    sasaran organisasi adalah perusahaan harus menjadi lebih efektif
    dibandingkan para pesaing dalam penciptakan, menyerahkan dan
    mengkomunikasikan nilai konsumen kepada pasar sasaran yang
    dipilih.
  5. Pemasaran berorientasi masyarakat
    Konsep pemasaran masyarakat menegaskan bahwa tugas organisasi
    adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar
    sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara efektif
    dan efesien dibandingkan dengan yang dilakukan oleh pesaing
    dengan cara yang tetap mempertahankan atau meningkatkan
    kesejahteraan konsumen dan masyarakat