Indikator Brand Awareness


Menurut Kotler (2010), indikator brand awareness dapat diukur dari
kesadaran brand, yaitu:

  1. Puncak Pikiran (Top Of Mind)
    Puncak pikiran merupakan tingkatan dimana suatu brand menjadi
    yang pertama disebut atau diingat oleh responden ketika dirinya
    ditanya tentang suatu kategori produk.
  2. Pengingat Kembali (Brand Recall)
    Pengingat kembali adalah tingkatan dimana brand disebutkan oleh
    responden setelah seseorang diminta untuk menyebutkan nama-
    nama produk dalam suatu kategori produk tertentu tanpa melalui
    bantuan.
  3. Pengalaman Brand (Brand Recognition)
    Pengalaman brand adalah tingkatan dimana tingkat kesadaran
    responden akan suatu brand diukur dengan memberikan bantuan.
    Pertanyaan untuk pengenalan brand memberikan bantuan dengan
    menyebutkan ciri-ciri dari brand tersebut.
  4. Tidak Menyadari Brand (Brand Unwware)
    Pada tingkat ini responden tidak mengenal sama sekali atau tidak
    tahu mengenai suatu produk.
    Peran brand awareness adalah menciptakan suatu nilai. Pengenalan
    maupun pengingatan merek akan terlibat upaya mendapatkan identitas
    nama dan menghubungkannya dengan kategori produk. Menurut Darmadi
    Durianto (2004:57) agar brand awareness dapat dicapai dan diperbaiki
    dapat ditempuh dengan beberapa cara sebagai berikut:
  5. Pesan yang disampaikan harus mudah diingat dan atau tampil berbeda
    dibandingkan dengan lainnya serta harus ada hubungan antara merek
    dengan kategori prosuknya.
  6. Memakai slogan atau jingle lagu yang menarik sehingga membantu
    konsumen untuk mengingat merek.
  7. Jika produk memiliki simbol, maka simbol yang dipakai dapat
    dihubungkan dengan mereknya.
  8. Perluasan nama merek dapat dipakai agar merek semakin banyak
    diingat oleh konsumen.
  9. Brand awareness dapat diperkuat dengan memakai suatu isyarat yang
    sesuai dengan kategori produk, merek, ataupun keduanya