Menurut Savitri & Wardana (2018), persepsi merupakan bagaimana
informasi harga yang ditawarkan dipahami seluruhnya oleh konsumen produk.
Menurut Cakici et al. (2019) dalam Phan Tan & Le (2023) persepsi harga dianggap
sebagai pemanfaatan manfaat yang didapatkan oleh konsumen.
Menurut Budianto (2015) harga merupakan jumlah uang yang digunakan
untuk memperoleh layanan atau produk sebagai penukaran. Menurut Tjiptono
(2014). harga merupakan unsur bauran pemasaran yang bagi suatu organisasi yang
bisa memberikan suatu pendapatan. Adapun apabila suatu harga terlalu mahal akan
meningkatkan laba jangka pendek namun disisi lain konsumen akan sulit
menjangkau dan kompetitor sulit untuk bersaing. Sedangkan apabila suatu harga
terlalu murah pangsa pasar akan melonjak, namun laba bersih dan margin
kontribusi akan berkurang.
Menurut Kotler & Armstrong (2008), harga merupakan elemen satu-satunya
yang menghasilkan pendapatan dalam bauran pemasaran yakni elemen lainya yang
melambangkan biaya. Harga juga dikatakan penyalur yang dapat berubah dengan
pesat.
Berdasarkan teori dapat disimpulkan persepsi harga buat tiap individu
merupakan penentuan harga yang sinkron terhadap produk sebagai acuan yang
sempurna bagi para konsumen dan pihak pemasaranpada keputusan pembelian,
persepsi harga berkaitan dengan pandangan individu tentang harga suatu produk
dan relevansinya dengan kemampuan ekonomi untuk memperolehnya.
Menurut Kotler & Armstrong (2008), Faktor-faktor yang dipertimbangkan
saat menetapkan harga yaitu:
a. Persepsi nilai oleh pelanggan
Tidak ada permintaan diatas batas atas harga
b. Pertimbangan internal dan eksternal
Tujuan, bauran pemasaran, dan strategi
c. Biaya-biaya produk
Tidak ada keuntungan di bawah harga
Menurut Kotler & Armstrong (2008) indikator dalam persepsi harga yaitu:
a. Kecukupan harga produk
b. Kesesuaian harga dengan kualitas produk
c. Kesesuaian harga pada manfaat
