Pemasaran Jasa


Menurut Assauri (1999) bauran pemasaran adalah suatu alat pemasaran yang
digunakan untuk menjalankan pemasaran yang di dalamnya terdapat konsep dan
strategi pemasaran yang merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang
merupakan inti dari pemasaran yaitu strategi produk, strategi harga, strategi
penyaluran atau distribusi dan strategi promosi. Menurut Lupiyoadi (2001)
Marketing mix pada pemasaran barang hanya terdiri dari empat unsur yaitu
produk, harga, promosi, dan distribusi. Marketing mix pada pemasaran jasa selain
produk, harga, promosi dan distribusi para ahli pemasaran menambahkan tiga lagi
yaitu people, process, customer service. Ketiga hal ini terkait dengan sifat jasa di
mana produksi/operasi hingga konsumsi merupakan suatu rangkaian yang tidak
dapat dipisahkan dan mengikutsertakan konsumen dan pemberi jasa secara
langsung, dengan kata lain terjadi interaksi langsung antara keduanya, meski tidak
semua jenis jasa.
Menurut Gronroos dalam Jasfar (2005) Jasa merupakan suatu fenomena yang
rumit (complicated). Kata jasa mempunyai banyak arti dan ruang lingkup, dari
pengertian yang paling sederhana, yaitu hanya berupa pelayanan dari seseorang
kepada orang lain, bisa juga diartikan sebagai mulai dari pelayanan yang
diberikan manusia, baik yang dapat dilihat (explicit service) maupun yang tidak
dapat dilihat, yang hanya bisa dirasakan (implict service) sampai kepada fasilitas-
fasilitas pendukung yang harus tersedia dalam penjualan jasa dan benda-benda
lainnya.
Gronroos dalam Jasfar (2005) menggambarkan bagaimana penawaran suatu
perusahaan bervariasi dari dua kutub ekstrim, yaitu murni berupa barang pada satu
sisi dan jasa murni di sisi lainnya. Berdasarkan kriteria tersebut, penawaran suatu
perusahaan dapat dibedakan menjadi lima kategori yaitu:

  1. Produk Fisik Murni.
    Barang berwujud fisik murni merupakan penawaran yang semata-mata
    hanya terdiri dari barang berwujud secara fisik seperti sabun, pasta gigi,
    dan sabun mandi.
  2. Produk Fisik Dengan Jasa Pendukung
    Sedangkan pada kategori barang berwujud produk fisik yang disertai jasa
    pendukung ini dapat didefinisikan sebagai penawaran yang terdiri atas
    suatu produk fisik yang disertai dengan satu atau beberapa jasa untuk
    meningkatkan daya tarik konsumen. Contohnya produsen mobil harus
    memberikan penawaran yang jauh lebih banyak daripada sekedar mobil
    saja, yaitu bisa meliputi jasa pengantaran, reparasi, pemasangan suku
    cadang dan sebagainya. Dalam kategori ini, jasa dapat pula didefinisikan
    sebagai kegiatan yang dilakukan perusahaan kepada pelanggan yang telah
    membeli produknya.
  3. Hybrid
    Hybrid adalah penawaran yang terdiri dari barang dan jasa yang sama
    besar porsinya.
  4. Jasa Utama Yang Didukung Dengan Barang Dan Jasa Minor.
    Jasa utama yang didukung dengan barang jasa dan minor merupakan
    penawaran yang terdiri atas suatu jasa pokok bersama-sama dengan jasa
    tambahan (pelengkap) dan/atau barang-barang pendukung. Contohnya,
    penumpang pesawat yang membeli jasa transportasi, selama menempuh
    perjalanan menuju tempat tujuan, terdapat beberapa unsur produk fisik
    yang terlibat, seperti makanan dan minuman dan lain-lain. Jasa seperti ini
    memerlukan barang yang bersifat barang modal (dalam hal ini pesawat)
    untuk realisasinya, tetapi penawaran utamanya adalah jasa.
  5. Jasa Murni.
    Kategori terakhir adalah jasa murni yaitu penawaran produk yang hampir
    seluruhnya berupa jasa. Contohnya jasa fisioterapi, konsultasi psikologi,
    jasa tukang pijat, babbysitter, dan lain-lain