Gaya kepemimpinan otoriter merupakan salah satu bentuk gaya
kepemimpinan yang mana pemimpin memegang penuh hak kepemimpinannya
dalam organisasi dimana pengambilan keputusan berpusat penuh pada pemimpin.
Pemimpin yang otoriter menentukan semua keputusannya yang berkaitan dengan
pekerjaan dan memerintah semua bawahannya untuk dapat menjalankan sesuai
arahannya (Darojat, 2015: 331). Diketahui gaya kepemimpinan otoriter
merupakah sebuah proses kognitif seseorang dalam memandang/memahami
lingkungan di sekitarnya yang melibatkan pengorganisasian dan penafsiran
terhadap kendali kekuasaan yang dipegang pemimpin, pembagian wewenang serta
hubungan atasan dengan bawahan.
Menurut Abdullah (dalam Abdullah, 2014: 3) yang mengungkapkan
bahwa kinerja merupakan terjemahan dari performa/ hasil kerja /prestasi kerja,
secara singkat kinerja merupakan hasil kerja karyawan dalam sebuah organisasi
yang mencerminkan usaha terbaik karyawan sesuai petunjuk , arahan dari
pimpinan, keterampilan, dan kemampuan karyawan untuk mengembangkan
pikirannya dalam bekerja.
Gaya kepemimpinan juga dapat menyebabkan kinerja seseorang
mengalami kenaikan, misalnya dengan adanya tekanan dan kedisiplinan dari
pimpinan biasanya seseorang cenderung termotivasi untuk meningkatkan
kinerjanya. Karyawan akan merasa terdorong dengan adanya tekanan-tekanan
yang diberikan oleh pemimpim yang otoriter ini. Hal ini sama, misalkan seorang
karyawan merasakan kurang percaya diri maka akan hal apa yang akan diambil
olehnya. Pemimpin yang otoriter akan memberikan arahan untuk dapat dijalankan
oleh bawahannya
