Kepimpinan didalam melaksanakan fungsi-fungsinya, maka akan
berlangsung aktivitas kepimpinan. Apabila aktivitas dapat dicapai dan sesuai
dengan rencana maka akan terlihat gaya kepimpinan dengan polanya masing-
masing.
Menurut Veitzhal Rivai (2019: 41) mengemukakan gaya kepemimpinan memiliki
tiga pola dasar, yaitu:
- Gaya kepimpinan yang berpola pada kepentingan pelaksanaan tugas
- Gaya kepimpinan yang berpola pada pelaksanaan hubungan kerja sama.
- Gaya kepemimpinan yang berpola pada kepentingan hasil yang dicapai.
Berdasarkan ketiga pola dasar tersebut terbentuk perilaku kepemimpinan
yang terdiri dari tiga pokok kepemimpinan, yaitu:
a. Tipe Kepemimpinan Otoriter
Tipe kepemimpinan ini menempatkan kekuasaan ditangan satu orang
pemimpin bertindak sebagai penguasa tunggal. Kedudukan dan tugas anak
buah semata-mata hanya sebagai pelaksana keputusan, perintah, dan bahkan
kehendak pimpinan. Pimpinan dirinya lebih dalam segala hal, dibandingkan
dengan bawahannya. Kemampuan bawahan selalu dipandang rendah sehingga
dianggap tidak mampu berbuat sesuatu tanpa diperintah.
b. Tipe Kepemimpinan Kendali Bebas
Tipe kepemimpinan ini merupakan kebalikan dari tipe kepemimpinan otoriter.
Pemimpinberkedudukan sebagai symbol. Kepemimpinan dijalankan dengan
memberikan kebebasan penuh pada orang yang dipimpin dalam mengambil
keputusan dan melakukan kegiatan menurut kehendak dan kepentingan
masing-masing, baik secara perorangan maupun kelompok-kelompok kecil.
Pemimpin hanya memfungsikan dirinya sebagai penasehat.
c. Tipe kepemimpinan Demokrasi
Tipe kepemimpinan bini menempatkan manusia sebagai faktor utama dan
terpenting dalam setiap kelompok atau kelompok atau organisasi. Pemimpin
memandang dan menempatkan orang-orang yang dipimpinnya sebagai subjek
yang memiliki kepribadian dengan berbagai aspeknya. Kemauan, kehendak,
kemampuan, buah pikiran, pendapat, kreatifitas, inisiatif yang berbeda-beda
dan dihargai disalurkan secara wajar. Tipe kepemimpinan ini selalu berusaha
untuk memanfaatkan setiap orang yang dipimpin. Kepemimpinan demokratis
adalah kepemimpinan yang aktif, dinamis, dan terarah. Kepemimpinan tipe ini
dalam mengambil keputusan sangat mementingkan musyawarah, yang
diwujudkan pada setiap jenjang dan didalam unit masing-masing.
