Teori-teori Motivasi


Ada beberapa teori tentang Motivasi (Tornado, 2017: 10)
a. Teori Herzberg
Teori yang dikembangkan oleh Herzberg dikenal dengan model dua faktor dari
motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau pemeliharaan.
Menurut Herzberg, yang tergolong faktor motivasional antara lain adalah
pekerjaan seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh,
kemajuan dalam karir, dan pengakuan orang lain. Sedangkan faktor hygieni
atau pemeliharaannya mencakup antara lain status seseorang dalam organisasi,
hubungan seseorang dengan atasannya, hubungan seseorang dengan rekan
kerjanya, kebijakan organisasi, kondisi kerja, dan imbalan.
b. Teori Abraham Maslow
Teori motivasi yang dikembangkannya pada tahun 1940-an itu pada intinya
berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki
kebutuhan yaitu:

  1. Kebutuhan Fisiologikal, seperti kebutuhan makan, minum, perlindungan
    fisik, bernafas dan lainnya. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tingkat
    dasar.
  2. Kebutuhan Rasa Aman, yaitu kebutuhan akan perlingungan dari ancaman
    bahaya, pertentangan, dan lingkungan hidup. Tidak dalam arti fisik semata,
    akan tetapi juga mental, psikologikal, dan intelektual.
  3. Kebutuhan Sosial, yaitu kebutuhan untuk merasa memiliki yaitu kebutuhan
    untuk diterima dalam kelompok, berafiliasi, berinteraksi, dan kebutuhan
    untuk mencintai serta dicintai.
  4. Kebutuhan akan harga diri atau pengakuan, yaitu kebutuhan untuk
    dihormati dan dihargai oleh orang lain.
  5. Kebutuhan aktualisasi diri, yaitu kebutuhan untuk menggunakan
    kemampuan, skill, potensi, kebutuhan untuk berpendapat, dengan
    menggunakan ide-ide, memberikan penilaian dan kritik terhadap sesuatu.
    c. Teori Mc. Clelland
    Terdapat beberapa pola motivasi yang menonjol dan manusia yakni:
  6. Need of achievement: yaitu suatu dorongan/keinginan manusia untuk
    mengatasi atau mengalahkan suatu tantangan untuk mendapatkan sesuatu
    yakni berupa kemajuan atau pertumbuhan
  7. Need of affiliation: yaitu dorongan/keinginan manusia untuk melakukan
    hubungan dengan orang lainnya.
  8. Need of power: yaitu dorongan /keinginan manusia untuk mendapatkan
    suatu pengendalian atas suatu keadaan (kekuatan)