Teori kepemimpinan membicarakan bagaimana seseorang menjadi
pemimpin atau bagaimanatimbulnya seorang pemimpin. Berikut uraian
terkait teori-teori kepemimpinan (Robbins & Mary Coulter, 2010:147):
a. Teori Sifat (Trait Theories)
Fokus riset kepemimpinan pada tahun 1920-an dan 1930-an terletak
pada memahami sifat pemimpin, yaitu karakteristik yang dapat
membedakan antara oemimpin dan non pemimpin. Sifat-sifat yang
dipelajari adalah fisik, penampilan, golongan sosial,stabilitas emosi,
kelancaran berbicara, dan kemampuan bersosial. Usaha untuk
mengidentifikasi secara konsisten, sifat yang berkaitan dengan
kepemimpinan (prosesnya bukan orangnya) akhirnya berhasil. Berikut
sifat yang berkaitan dengan kepemimpinan yang efektif dijelaskan
dengan singkat.
1) Penggerak (drive), pemimpin menunjukkan tingkat usaha yang
tinggi. Mereka memiliki keinginan yang relative tinggi terhadap
keberhasilan, ambisius, memiliki banyak energi, tidak kenal Lelah
dalam aktivitasnya, dan memunjukkan inisiatif.
2) Hasrat untuk memimpin (desire to lead), pemimpin memiliki Hasrat
yang kuat untuk mempengaruhi dan memimpin orang lain. Mereka
menunjukkan kemauan untuk menerima tanggungjawab.
3) Kejujuran dan integritas (honesty and integrity), pemimpin
membangun hubungan terpercaya dengan bawahannya dengan cara
jujur dan tidak berkhianat, dan dengan menjaga konsistensi antara
kata-kata dan perbuatannya.
4) Kepercayaan diri (self confidence), pengikut mencari pemimpin
yang tidak ragu-ragu. Dengan demikian, para pemimpin harus dapat
menunjukkan kepercayaan diri agar dapat meyakinkan pengikutnya
terhadap keputusan dan tujuan yang harus dicapai.
5) Kecerdasan (intelligence), pemimpin harus cukup cerdas agar dapat
mengumpulkan, menyatukan, dan menafsirkan banyak informasi
dan mereka harus dapat menciptakan visi, memecahkan persoalan
dan mengambil keputusan yang tepat.
6) Pengetahuan yang relevan mengenai pekerjaan (job relevant
knowledge), pemimpin yang efektif memiliki pengetahuan tingkat
tinggi mengenai perusahaan, industri, dan permasalahan teknis.
Dengan pengetahuan yang mendalam, pemimpin dapat membuat
keputusan terbaik dan memahami implikasi keputusan tersebut.
7) Extraversion, pemimpin adalah orang yang energik dan penuh
semangat, suka bergaul, tegas dan jarang sekali berdiam atau
menarik diri.
b. Teori Perilaku (Behavioral Theories)
Teori perilaku ini dilandasi pemikiran, bahwa kepemimpinan
merupakan interaksi antara pemimpin dengan pengikut dan dalam
interaksi tersebut pengikutlah yang menganalisis dan memersepsikan
apakah menerima atau menolah kepemimpinannya. Perilaku pemimpin
yang berorientasi pada tugas menampilkan gaya kepemimpinan
autokratik, sedangkan perilaku kepemimpinan yang berorientasi pada
hubungan manusia menampilkan gaya demokratis atau partisipasif.
c. Teori Kontingensi Kepemimpinan
Dunia korporasi dipenuhi dengan cerita gagalnya para pemimpin
mencapai kesuksesan akibat kegagalan mereka dalam memahami
konteks hal yang mereka lakukan. Dalam bagian ini, kita akan
mempelajari tiga teori kontingensi: model fiedler, teori kepemimpinan
situasi Hersey dan Blancard dan teori jalur tujuan.
d. Teori Situasi
Teori situasi mencoba mengembangkan kepemimpinan sesuai
dengan situasi dan kebutuhan. Dalam pandangan ini, hanya pemimpin
yang mengetahui situasi dan kebutuhan organisasi yang dapat menjadi
pimpinan yang efektif.
