Untuk mempermudah pemahaman motivasi kerja, dibawah ini dikemukakan
pengertian motif, motivasi dan motivasi kerja. Abraham Sperling dalam
Mangkunegara (2015) mengemukakan bahwa:
“Motive is defined as a tendency to activity, started by a drive and
ended by an adjustment. The adjustment is said to satisfy the
motive”. (Motif didefinisikan sebagai suatu kecenderungan untuk
beraktivitas, dimulai dari dorongan dalam diri (drive) dan diakhiri
dengan penyesuaian diri. Penyesuaian diri dikatakan untuk
memuasakan motif). William J. Stanton dalam Hasibuan (2012) mendefinisikan bahwa:
“A motive is a stimulated need which a goal-oriented individual
seeks to satisfy”. (Suatu motif adalah kebutuhan yang distimulasi
yang berorientasi kepada tujuan individu dalam mencapai rasa
puas).
Selain itu, motivasi didefinisikan oleh Stanford dalam Hasibuan (2012) bahwa:
“Motivation as an energizing condition of the organism that serves
to direct that organism toward the goal of a certain class”.
(Motivasi sebagai suatu kondisi yang menggerakkan manusia ke
arah suatu tujuan tertentu).
Motif merupakan suatu dorongan kebutuhan dalam diri karyawan yang perlu
dipenuhi agar karyawan tersebut dapat menyesuaikan diri terhadap
lingkungannya, sedangkan motivasi adalah kondisi yang menggerakkan karyawan
agar mampu mencapai tujuan dari motifnya.
Pemimpin perlu memahami apa saja yang dapat meningkatkan motivasi
pengikutnya yang memiliki dampak pada kinerja yang dirasakan. Hal ini dapat
dikritisi sejak tahap seleksi karyawan baru, dimana pemimpin dapat menganalisis
motivasi calon karyawan dengan seksama sehingga akan tepat dalam proses
penempatan karyawan (Miao et al, 2007).
Motivasi intrinsik didefinisikan sebagai “kesenangan atau nilai dari suatu
kegiatan itu sendiri”, sementara motivasi ekstrinsik “menekankan nilai dari suatu
tempat individu pada hasil dari suatu tindakan dan penilaian individu itu sendiri
dari kemungkinan pencapaian hasil. Berdasarkan penelitian psikologi sosial yang
dilakukan oleh Amabile (1994) dalam Miao et al (2007), motivasi instrinsik dan
ekstrinsik terdiri dari dimensi kognitif dan afektif.
Hasil penelitian Miao et al (2007) menunjukan bahwa dimensi motivasi instrinsik
terdiri dari orientasi tantangan dan kenikmatan tugas sedangkan untuk motivasi
ekstrinsik terdiri dari orientasi kompensasi dan orientasi pengakuan.
