Menurut (Kotler & Amstrong, 2017 : 180) keputusan pembelian adalah
keputusan pembeli tentang merek mana yang dibeli. Proses pengambilan keputusan
yang rumit sering melibatkan beberapa keputusan. Keputusan ini melibatkan
pilihan antara dua atau lebih alternatif. Keputusan pembelian konsumen merupakan
tahap dimana konsumen juga mungkin membentuk niat untuk membeli produk
yang paling disukai, dimana keputusan konsumen untuk memodifikasi, menunda,
atau menghindar sangat dipengaruhi resiko yang dirasakan.
Kemudian menurut Suharno (2010:96) dalam (Fatih Imantoro, 2018)
menyatakan keputusan pembelian adalah tahap dimana pembeli telah menemukan
pilihannya dan melakukan pembelian produk, serta mengkonsumsinya. Hal ini
berkaitan dalam usahanya memenuhi kebutuhan dengan tahap yang dilibatkan
dalam mengevaluasi, memperoleh dan menggunakan produk. Terdapat empat
faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam melakukan pembelian, yaitu
sebagai berikut :
1) Faktor Budaya
Faktor budaya seseorang mempengaruhi perilaku mereka dalam mencari,
menyelesaikan dan mengkonsumsi suatu produk secara mendalam dan
konsisten.
2) Faktor Sosial
Merupakan faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yang terbentuk dan
berasal dari lingkungan sekitar. Aktivitas sosialisasi seorang dengan orang-
orang disekelilingnya sehari-hari akan membentuk pola perilaku yang khas
pada masyarakat.
3) Faktor Pribadi
Faktor pribadi yang mempengaruhi perilaku pembelian adalah usia dan tahap
siklus hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup dan personalitas.
4) Faktor Psikologis
Faktor psikologis merupakan faktor dari dalam diri seseorang dan menentukan
bagaimana mereka memilih dan mengkonsumsi produk. Pemasar perlu
memahami faktor psikologis yang terdiri dari motivasi, persepsi, pembelajaran,
keyakinan dan sikap.
Selanjutnya proses keputusan pembelian menurut Kotler dan Keller dalam
(Nurdiansyah, 2017 : 20) memiliki lima tahapan yaitu sebagai berikut :
- Pengenalan Masalah
Proses pembelian dimulai ketika pembeli mengenali masalah atau kebutuhan.
Kebutuhan tersebut dapat dicetuskan oleh rangsangan internal (kebutuhan
umum seseorang) atau eksternal (rangsangan pihak luar, misalnya iklan). - Pencarian Informasi
Konsumen yang terangsang kebutuhannya akan mulai terdorong untuk mencari
informasi yang lebih banyak. Konsumen dalam tahap ini dapat dibagi menjadi
dua level. Pertama, penguatan perhatian. Level ini menunjukan situasi
pencarian bersifat lebuh ringan, hanya sekedar lebih peka pada informasi
produk. Kedua, aktif mencari informasi. Konsumen akan lebih aktif untuk
mencari informasi melalui bahan bacaan, menelpon teman maupun
mengunjungi toko untuk mempelajari suatu produk. - Evaluasi Alternatif
Tidak ada proses evaluasi tunggal sederhana yang digunakan oleh semua
konsumen atau satu konsumen dalam semua situasi pembelian. Beberapa
konsep dasar akan dapat membantu pemahaman terhadap proses evaluasi
konsumen. Pertama, konsumen berusaha memenuhi kebutuhan. Kedua,
konsumen mencari manfaat tertentu dari solusi produk. Ketiga, konsumen
masing-masing produk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan yang
berbeda dalam memberikan manfaat untuk memuaskan kebutuhan. - Keputusan Pembelian
Saat melaksanakan maksud pembelian, konsumen dapat mengambil lima sub-
keputusan yaitu merek, dealer, kuantitas, waktu dan metode. Melakukan
pembelian produk sehari-hari, keputusan yang diambil lebih kecil. Beberapa
kasus menunjukan konsumen konsumen bisa mengambil keputusan untuk tidak
secara formal mengevaluasi setiap merek. - Perilaku Pasca Pembelian
Setelah melakukan pembelian, konsumen mungkin mengalami konflik
dikarenakan melihat fitur mengkhawatirkan tertentu atau mendengar hal-hal
menyenangkan tentang merek lain dan waspada terhadap informasi yang akan
mendukung keputusannya
