Keputusan Pembelian


Keputusan pembelian adalah tindakan atau sesuatu yang mewakili apa yang
diyakini konsumen saat membuat keputusan pembelian. Hal ini dibayangi oleh dua
faktor utama, yaitu sikap orang lain dan situasi yang tidak terduga (Mangkunegara,
2019). Sedangkan menurut Tjiptono (2020) keputusan pembelian merupakan
bagian dari perilaku konsumen berupa tindakan yang berkaitan langsung dengan
perolehan dan penentuan produk serta jasa, serta pengambilan keputusan. Menurut
(Ernawati et al., 2021) Keputusan pembelian adalah proses berpikir selama
seseorang mengevaluasi berbagai pilihan dan memilih di antara banyak pilihan
produk.
Keputusan pembeli yaitu ketika konsumen benar-benar membeli produk
dimana konsumen mengenal masalahnya, mencari informasi mengenai produk atau
merk tertentu dan mengevaluasi seberapa baik masing-masing alternative tersebut
dapat memecahkan masalahnya yang kemudian mengarah kepada keputusan
pembelian. Menurut Swastha dan Irawan (2018) keputusan pembelian adalah
pemahaman konsumen tentang keinginan dan kebutuhan akan suatu produk dengan
menilai dari sumber-sumber yang ada dengan menetapkan tujuan pembelian serta
mengidentifikasi alternatif sehingga pengambil keputusan untuk membeli yang
disertai dengan perilaku setelah melakukan pembelian.
Sedangkan Irawan dan Farid (2018) mengemukakan keputusan pembelian
adalah tahap penilaian keputusan yang menyebabkan pembeli membentuk pilihan
di antara beberapa merek yang tergabung dalam perangkat pilihan dan membentuk
maksud untuk membeli. Perilaku konsumen akan menentukan pengambilan
keputusan dalam pembelian mereka.
Proses tersebut merupakan sebuah pendekatan penyelesaian masalah yang
terdiri atas enam tahap yaitu: menganalisa keinginan dan kebutuhan, menilai
beberapa sumber yang ada, menetapkan tujuan pembelian, mengidentifikasikan
alternatif pembelian, mengambil keputusan untuk membeli danperilaku sesudah
pembelian. Keputusan pembelian adalah suatu alasan tentang bagaimana konsumen
menentukan pilihan terhadap pembelian suatu produk yang sesuai dengan
kebutuhan, keinginan serta harapan, sehingga dapat menimbulkan kepuasan atau
ketidakpuasan terhadap produk tersebut yang dipengaruhi oleh beberapa faktor
diantaranya keluarga, harga, pengalaman, dan kualitas produk. (Mustafid &
Gunawan, 2017) Menurut Scifman & Kanuk (2018) mendefinisikan keputusan
pembelian adalah suatu keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua atau
lebih pilihan alternative. Dengan kata lain agar seseorang membuat keputusan maka
harus ada pilihan alternative yang tersedia. Ada dua faktor yang mempengaruhi
pengambilan keputusan pembelian yang selanjutnya akan menentukan respon
konsumen. Pertama, konsumen itu sendiri.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa keputusan pembelian
merupakan kegiatan pemecahan masalah yang dilakukan individu dalam pemilihan
alternatif perilaku yang sesuai dari dua alternatif perilaku atau lebih dan dianggap
sebagai tindakan yang paling tepat dalam membeli dengan terlebih dahulu melalui
tahapan proses pengambilan keputusan. Perilaku keputusan membeli untuk
kebanyakan produk hanyalah kegiatan rutin dalam arti kebutuhan yang telah
terpenuhi akan terpuaskan melalui pembelian ulang suatu produk yangsama.
Namun apabila terjadi perubahan (harga, produk, layanan), maka pembeli akan
mengulang kembali proses keputusan.
Ada dua unsur dari konsumen itu sendiri yang berpengaruh terhadap
pengambilan keputusan yaitu pikiran konsumen yang meliputi kebutuhan atau
motivasi, persepsi, sikap dan karakteristik konsumen yang meliputi demografi,
gaya hidup dan kepribadian konsumen
Sementara itu, Tjiptono (2020) menjelaskan bahwa keputusan untuk
melakukan pembelian sebuah produk terdapat 4 dimensi yang dapat dijadikan dasar
untuk menarik indikator tersebut dalam penelitian, antara lain

  1. Pemilihan Produk
    Pembeli memutuskan apakah akan membeli barang atau menggunakan uang
    mereka dengan tujuan mereka. Tabel indikator misalnya: permintaan
    produk, pilihan jenis produk dan kualitas produk.
  2. Pemilihan Merek
    Konsumen membuat keputusan tentang brand apa yang akan dibeli. brand
    mempunyai ciri khas berbeda.. Misalnya: kepercayaan dan popularitas
    merek.
  3. Pemilihan Penyalur
    Konsumen memilih toko yang akan di datangi. Setiap mempunyai pendapat
    berbeda saat memilih penjual, yang dapat mencakup kedekatan, harga
    murah, barang lengkap dan banyak lagi. Misalnya: kemudahan memperoleh
    produk dan ketersediaan produk.
  4. Jumlah Pemilihan
    Pembeli memutuskan berapa barang yang akan dibeli. Dapat membeli lebih
    dari satu kali pembelian. Perusahaan juga harus menyediakan produk sesuai
    dengan kemauan pembeli yang berbeda. Misalnya: kebutuhan produk