Loyalitas Pelanggan


Loyalitas berasal dari kata loyal yang berarti setia. Loyalitas
merupakan kesetiaan, pengabdian dan kepercayaan yang diberikan atau
ditujukan kepada seseorang atau lembaga, yang di dalamnya terdapat rasa
cinta dan tanggung jawab untuk berusaha memberikan pelayanan dan
perilaku yang terbaik (Manyanga et al., 2022). Istilah loyalitas sudah sering
diperdengarkan oleh pakar manajemen maupun praktisi bisnis. loyalitas
pelanggan adalah wujud loyalitas konsumen untuk menggunakan suatu
produk atau jasa secara terus menerus, karena memiliki kepuasan yang
tinggi terhadap Produk atau Jasa yang digunakan (Putra, 2021). Loyalitas
lebih mengacu pada wujud perilaku unit-unit pengambilan keputusan untuk
melakukan pembelian secara terus- menerus terhadap barang atau jasa dari
suatu perusahaan yang dipilih. Dengan pembelian yang dilakukan pelanggan
secara terus-menerus dapat memberikan keuntungan jangka panjang bagi
perusahaan. Loyalitas pelanggan meliputi komponen sikap dan komponen
perilaku konsumen (Samara & Metta, 2023). Komponen sikap konsumen
merupakan gagasan seperti niat kembali untuk membeli produk atau layanan
tambahan dari perusahaan yang sama, kesediaan merekomendasikan
perusahaan kepada orang lain, demonstrasi komitmen kepada perusahaan
dengan menunjukkan perlawanan jika ada keinginan beralih ke pesaing lain
dan kesediaan untuk membayar dengan harga premium. Dengan adanya
loyalitas, konsumen akan cenderung timbul rasa untuk merekomendasikan
produk atau jasa tersebut ke orang lain, agar mereka dapat merasakan
kepuasan seperti apa yang dirasakan saat menggunakan produk atau jasa
yang digunakan (Dewi, 2020). Loyalitas pelanggan merupakan kunci bagi
kesuksesan suatu bisnis. Pelanggan yang setia kemungkinan besar tidak
akan beralih ke pesaing karena variasi harga atau insentif. Pelanggan yang
setia tidak diukur dari berapa banyak dia membeli, tapi dari berapa sering
dia melakukan pembelian ulang, termasuk disini merekomendasikan orang
lain untuk membeli (Manyanga et al., 2022).