Dimensi-dimensi Pelayanan


Dimensi kualitas jasa layanan serqual merupakan dimensi kualitas jasa
dimana setiap jasa yang ditawarkan memiliki beberapa aspek yang dapat
dipergunakan untuk mengetahui tingkat kualitasnya.
Menurut Zeithaml, Parasuraman, dan Berry (Fandy Tjiptono,
2005:53) telah mengidentifikasi lima dimensi pelayanan berkualitas, yaitu :

  1. Bukti langsung (tangibles)
    Pemaparan bukti langsung dalam Lupiyoadi (2001:148),
    “kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan eksistensi kepada
    pihak eksternal. Penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana, fisik
    perusahaan dan keadaan lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata dari
    pelayanan yang diberikan oleh pemberi jasa, yang meliputi fasilitas fisik
    (gedung, gudang, dan lain sebagainya). Perlengkapan dan peralatan yang
    dipergunakan (tekhnologi) serta penampilan pegawainya”.
    Bukti langsung dalam Tjiptono (2005:70), “bukti fisik dari jasa,
    bisa berupa fisik peralatan yang digunakan, representasi fisik dari jasa
    (misalnya, kartu kredit plastik)”.
  2. Kehandalan (Reliabilty)
    Menurut Lopiyoadi (2001:148), “kemampuan perusahaan untuk
    memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akurat dan
    terpercaya. Kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan (costumer)
    yang berarti ketepatan waktu, pelayanan yang sama, untuk semua
    pelanggan (costumer) tanpa kesalahan, sikap yang simpatik, dan dengan
    akurasi yang tinggi.
  3. Daya tanggap (responsiveness).
    Menurut Lupiyoadi (2001:148), “suatu kemampuan untuk
    membantu dan memberikan pelayanan yang cepat (responsif) dan tepat
    kepada pelanggan (costumer), dengan penyampaian informasi yang jelas.
    Membiarkan konsumen menunggu tanpa adanya alasan yang jelas
    menyebabkan persepsi yang negatif dalam kualitas pelayanan”.
    16
  4. Jaminan (Assurance).
    Jaminan menurut Lupiyoadi (2001:148), “Pengetahuan,
    kesopansantunan, dan kemampuan para pegawai perusahaan untuk
    menumbuhkan rasa percaya para pelanggan (costumer) kepada
    perusahaan”. Terdiri dari beberapa komponen antara lain komunikasi
    (communication), kredibilitas (credibilty), keamanan (security),
    kompetensi (competence) dan sopan santun (courtesy).
    Dari keseluruhan teori tersebut rata-rata mengacu pada teori
    Zeithaml, Parasuraman dan Berry (Fandy tjiptono, 2005:53), yang di
    kenal dengan service quality (serqual) yang berdasarkan pada lima
    dimensi kualitas yaitu tangibles (bukti langsung), reliability
    (kehandalan), responsivness (daya tanggap), assurance (jaminan) dan
    emphaty (empati).
    d. Indikator Pelayanan
    Menurut parasuraman Berry, Zethmail dalam lupiyoadi (2001:148)
    telah melakukan penelitian terhadap beberapa jenis perusahaan jasa dan
    berhasil mengidentifikasi faktor utama yaitu lima dimensi kualitas
    pelayanan.
    a) Tangible (Bukti fisik)
    Merupakan berbagai fasilitas fisik yang dapat dilihat dan digunakan
    perusahaan dalam upaya memenuhi kepuasan konsumen. Penampilan
    dan kemampuan, sarana dan prasarana fisik perusahaan dan keadaan
    lingkungan sekitarnya dalam bukti nyata dari pelayanan yang diberikan
    oleh pembelian produk.
    b) Reliability (Keandalan)
    Merupakan keandalan perusahaan, kehandalan karyawan maupun
    karyawati dalam melayani pelanggan sesuai yang dijanjikan kualitas
    pelayanan harus sesuai dengan keinginan konsumen yang berarti
    ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk semua konsumen tanpa
    kesalahan, sikap yang simpatik dan dengan akurasi yang tinggi.
    17
    c) Responsiveness ( daya tanggap)
    Merupakan sikap tanggap mau mendengarkan dan merespon
    konsumen dalam upaya memuaskan konsumen. Mampu membantu dan
    memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada konsumen dengan
    penyampaian tanpa adanya suatu alasan yang jelas menyebabkan
    persepsi yang negatif dalam kualitas pelayanan.
    d) Assurance (jaminan)
    Merupakan pengetahuan dan kemampuan para karyawan
    perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya para konsumen kepada
    perusahaan.
    e) Emphaty (empati)
    Merupakan kemampuan peerusahaan maupun karyawannya dalam
    memberikan perhatian yang bersifat pribadi kepada konsumennya,
    dengan berusaha memahami keinginan konsumen.