Menurut Munandar (2018:23) mengemukakan bahwa indikator beban
kerja dapat ditentukan berdasarkan beberapa aspek, yaitu diantaranya:
1) Beban fisik
Beban kerja fisik yaitu beban kerja yang berdampak pada gangguan
kesehatan seperti pada sistem organ tubuh, jantung, pernapasan, serta
alat indera pada tubuh seseorang yang disebabkan oleh kondisi
pekerjaan. Adapun indikator dari beban kerja fisik yaitu beban fisik
fisiologi dan beban fisik biomekanika.
2) Beban mental
Beban mental merupakan beban kerja yang timbul saat karyawan
melakukan aktivitas mental/psikis dilingkungan kerjanya. Adapun
indikator beban mental yakni konsentrasi, adanya rasa bingung,
kewaspadaan dan ketepatan pelayanan.
3) Beban waktu
Beban waktu merupakan beban kerja yang timbul saat karyawan
dituntut untuk menyelesaikan tugas-tugasnya sesuai dengan waktu
yang telah ditentukan. Adapun indikator beban waktu yaitu kecepatan
dalam mengerjakan pekerjaan dan mengerjakan pekerjaan dua atau
lebih dalam waktu yang sama.
Menurut Putra dalam (Rolos et al., 2018:21) ada beberapa indikator
beban kerja, diantaranya yaitu:
1) Target yang harus dicapai
Pandangan mengenai hasil kerja yang harus diselesaikan dalam
jangka waktu tertentu. Pandangan mengenai besarnya target kerja
yang diberikan untuk menyelesaikan pekerjaannya.
2) Kondisi pekerjaan
Mencakup tentang bagaimana pandangan yang dimiliki oleh individu
mengenai kondisi pekerjaannya.
3) Penggunaan waktu
Kerja waktu yang digunakan dalam kegiatan-kegiatan yang
berhubungan dengan produksi (waktu buku atau dasar, waktu
lingkaran).
4) Standar pekerjaan
Kesan yang dimiliki oleh individu mengenai pekerjaannya, salah satu
contohnya yaitu perasaan yang timbul mengenai beban kerja yang
harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu.
Menurut Budiasa (2021:35), adapun dimensi dan indikator beban
kerja adalah sebagai berikut :
1) Beban mental (mental effort load) adalah beban kerja yang timbul saat
karyawan melakukan aktivitas mental/psikis dilingkungan kerjanya.
Adapun indikator dari beban mental yaitu : pekerjaan dengan
kesulitan tinggi dan pekerjaan tidak sesuai kompetensi.
2) Beban waktu (time load) adalah beban kerja yang timbul saat
karyawan dituntut untuk menyelesaikan tugas – tugasnya sesuai
dengan waktu yang telah ditentukan. Adapun indikator dari beban
waktu yaitu: kecepatan dalam mengerjakan pekerjaan, deadline, target
yang harus dicapai, penambahan jam kerja (lembur) dan tidak punya
waktu luang.
3) Beban fisik (physical load) adalah beban kerja yang berdampak pada
gangguan kesehatan seperti pada sistem faal tubuh, jantung,
pernapasan serta alat indera pada tubuh seseorang yang disebabkan
oleh kondisi pekerjaan. Adapun indikator dari beban fisik yaitu :
pekerjaan berlebih, tugas tambahan dan fasilitas kesehatan
