Istilah kemandirian berasal dari kata dasar “diri” yang mendapat
awalan “ke” dan akhiran “an”. Menurut Desmita (2010) konsep yang
sering digunakan atau berdekatan dengan kemandirian adalah
autonomy. Menurut Chaplin (2002) kemandirian adalah kebebasan
individu untuk memilih, untuk menjadi kesatuan yang bisa
memerintah, menguasai dan menentukan dirinya sendiri.
Rober (Santrock, 2008) bahwa kemandirian merupakan suatu
sikap otonomi dimana seseorang relatif bebas dari pengaruh penilaian,
pendapat, dan kenyakinan orang lain. Dengan otonomi tersebut
seorang remaja diharapkan akan lebih bertanggung jawab terhadap
dirinya sendiri. Kemampuan untuk mandiri tidak terbentuk dengan
sendirinya. Kemampuan ini diperoleh dengan kemauan, dan dorongan
dari orang lain. Masrun dkk (2006) menyatakan bahwa kemandirian
adalah suatu sifat yang memungkinkan seseorang bertindak bebas,
melakukan sesuatu atas dorongan diri sendiri, mengejar prestasi,
penuh keyakinan dan memiliki keinginan untuk mengerjakan sesuatu
tanpa bantuan orang lain, mampu mengatasi persoalan yang dihadapi,
mampu mengendalikan tindakan, mampu mempengaruhi lingkungan,
mempunyai rasa percaya diri terhadap kemampuan yang dimiliki,
menghargai keadaan diri dan memperoleh kepuasan atas usaha sendiri.
Havighurst (Desmita, 2010) membedakan kemandirian dalam
bentuk:
- Kemandirian emosi, yaitu kemampuan mengontrol emosi sendiri
dan tidak tergantung kebutuhan emosi pada orang lain. - Kemandirian ekonomi, yaitu kemampuan mengatur ekonomi
sendiri dan tidaktergantungan kebutuhan ekonomi pada orang lain. - Kemandirian intelektual, yaitu kemampuan untuk mengatasi
masalah berbagai masalah yang dihadapi. - Kemandirian sosial, yaitu kemampuan untuk mengadakan interaksi
dengan orang lain dan tidak tergantung pada aksi orang lain.
Ciri-ciri individu yang memliki kemandirian tinggi menurut
Martin dan Stendler (Aviatin, 2003) diantaranya yaitu: adanya
inisiatif, kepercayaan diri dan kemampuan mempertahankan diri dan
hak miliknya. Ditambahkan oleh Spencer dan Kass (Aviatin, 2003)
individu mandiri adalah individu yang memiliki inisiatif, kemampuan
mengatasi masalah, penuh ketekunan, memperoleh kepuasan dari
usahanya dan berkeinginan mengerjakan sesuatu tanpa bantuan orang
lain. Adapun orang yang tidak mandiri menurut Smart dan Smart
(Aviatin, 2003) ditandai dengan ciri-ciri tidakadanya kepercayaan diri,
kurang kontrol diri, tidak memiliki inisiatif, dan tidak mengarahkan
tingkah-lakuknya menuju kesempurnaan.
Kemadirian (self reliance) adalah kemampuan untuk mengelola
semua yang dimiliki, tahu bagaimana mengelola waktu, berjalan dan
berfikir secara mandiri disertai dengan kemampuan engambil resiko
dan memecahkan masalah individu yang mandiri tidak membutuhkan
petunjuk yang detail dan terus menerus tentang bagaimana mencapai
hasil akhir, ia bias bersandar pada diri sendiri. Kemandirian berkenaan
dengan tugas dan keterampilan bagaimana mengerjakan sesuatu untuk
mencapai sesuatu dan bagaimana mengelola sesuatu (Parker, 2005).
Parker (2005), juga mengemukakan bahwa keamndirian juga
berarti adanya kepercayaan terhadap ide diri sendiri. Kemandirian
berkenaan dengan kemampuan menyelesaikan suatu hal sampai tnntas.
Kemandirian berkenaan dengan dimilikinya tingkat kompetensi fisikal
tertentu sehingga hilangnya kekuatan atau koordinasi yang tidak akan
pernah terjadi ditengah upaya seseorang mencapai sasaran.
Kemandirian berarti tidak adanya keragu-raguan dalam menetapkan
tujuan dan tidak dibatasi oleh kekuatan akan kegagalan.
Menurut Lindzey & Ritter, 1975 dalam Hasan Basri (2000)
berpendapat bahwa individu yang mampu mandiri meliputi; - Menunjukkan inisiatif dan berusaha untuk mengejar prestasi
- Secara relatif jarang mencari pertolongan pada orang lain
- Menunjukkan rasa percaya diri
- Mempunyai rasa ingin menonjol
Sejalan dengan dua pendapat dari ahli diatas, Antonius (2002)
mengemukakan bahwa ciri-ciri individu yang mandiri adalah sebagai
berikut: - Percaya diri
- Mampu bekerja sendiri
- Menguasai keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan kerjanya
- Menghargai waktu
- Tanggung jawab
