Definisi Kematangan Emosi


Kematangan emosi diperoleh dari kata kematangan dan emosi yang memiliki
makna tersendiri kemudian dilakukan penjelasan terkait makna kematangan emosi
secara keseluruhan. Istilah kematangan emosi ini dapat berarti suatu kesiapan yang
terbentuk dari pertumbuhan dan perkembangan (Hurlock, 1980). Selain itu, kematangan
emosi juga dapat disebut sebagai kondisi atau respon perasaan yang stabil terhadap suatu
objek permasalahan sehingga dapat mengambil keputusan ataupun bertindak sesuai
dengan pertimbangan yang telah dilakukan serta konsisten dalam berbagai suasana hati
(Hurlock, 2000).
Individu dapat dikatakan telah mencapai kematangan emosi apabila individu
tersebut telah mampu berpikir secara kritis sebelum bereaksi secara emosional, tidak
bersifat kekanakan dan tidak “meledakkan” emosinya dihadapkan orang lain melainkan
mengungkapkan emosinya dengan cara-cara yang lebih dapat diterima dalam situasi
yang tepat (Hurlock, 2009). Istilah kematangan atau kedewasaan emosional sering
dikaitkan dengan pengendalian emosi. Kematangan emosi dapat membantu seseorang
untuk mengelola sikap dan perilaku yang akan memicu suatu tindakan yang didasari oleh
dorongan emosi. Hal ini, dapat meningkatkan kemampuan untuk menyesuaikan diri,
menempatkan diri, dan mampu menghadapi berbagai kondisi dengan cara tertentu
(Rahmawati, 2008).
Goleman (2003) menjelaskan bahwa kematangan emosi meliputi keterampilan
emosi yang melibatkan kesadaran diri, mengidentifikasi, mengungkapkan dan
mengelola perasaan, serta menunda kepuasan dan mengendalikan kondisi kecemasan.
Individu dengan kemampuan mengendalikan dorongan hati, maka dapat mengetahui
perbedaan antara perasaan dan tindakan, sehingga individu tersebut mampu membuat
keputusan emosi yang lebih baik dengan mengendalikan dorongan terlebih dahulu
kemudian bertindak dan mengidentifikasikan tindakan alternatif serta konsekuensi dari
tindakannya. Tingkat perkembangan dalam mencapai kematangan emosi pada setiap
individu berbeda. Begitupun dengan proses yang dilakukan untuk mencapai kematangan
emosi juga berbeda. Secara umum orang belajar untuk mengendalikan emosinya pada
tingkat tertentu. Menurut Murray (1992) kematangan emosi tidak dapat diukur dari
pertambahan usia maupun banyaknya pengalaman seseorang