Menurut Priansa (2014:291) memiliki definisi bahwa kepuasan kerja
merupakan perasaan pegawai terhadap pekerjaannya, apakah senang / suka atau
tidak senang / tidak suka sebagai hasil interaksi pegawai dengan lingkungan
pekerjaannya atau sebagai presepsi sikap mental, juga sebagai hasil penilaian
pegawai terhadap pekerjaannya. Perasaan pegawai terhadap pekerjaannya
mencerminkan sikap dan perilakunya dalam bekerja. Dari beberapa pendapat para
ahli dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja merupakan sikap dari individu-
individu pegawai yang menunjukan perasaan senang atau tidak senang terhadap
pekerjaan mereka.
Menurut Robbins (2015: 170) disebutkan bahwa kepuasan kerja adalah suatu sikap
umum terhadap pekerjaan seseorang sebagai perbedaan antara banyaknya ganjaran
yang diterima pekerja dengan banyaknya ganjaran yang diyakini seharusnya
diterima. Kepuasan kerja merupakan hal penting yang dimiliki individu di dalam
bekerja. Setiap individu pekerja memiliki karakteristik yang berbeda – beda, maka
tingkat kepuasan kerjanya pun berbeda – beda pula tinggi rendahnya kepuasan kerja
tersebut dapat memberikan dampak yang tidak sama.
Badriyah (2015:227) yang menyatakan bahwa kepuasan kerja merupakan salah satu
faktor yang sangat penting untuk mendapatkan hasil kerja yang optimal, ketika
seseorang merasakan kepuasan dalam bekerja, maka ia akan berupaya semaksimal
mungkin dengan segenap kemampuan yang dimilikinya untuk menyelesaikan
pekerjaannya dan dapat meningkatkan kinerja karyawan tersebut
