Stres kerja adalah perasan yang menekan atau merasa tertekan yang dialami karyawan dalam
menghadapi pekerjaan. Beban kerja berlebihan akan membuat karyawan merasa tertekan
dengan pekerjaanya, mereka merasa pekerjaan yang dibebankan terlalu berat sehingga
kuantitas kerja yang dihasilkan karyawan tidak maksimal. Selain itu waktu kerja yang terlalu
pendek dan kurangnya rasa tanggung jawab karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan
menyebabkan karyawan tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya sehingga
karyawan sering melakukan kerja lembur untuk meyelesaikan pekerjaan. Karyawan yang
telah melakukan pekerjaan ingin mendapatkan respon yang baik dari atasan maupun teman
sekerja, akan tetapi ketika mereka tidak mendapatkan respon tersebut maka karyawan akan
merasa pekerjaannya tidak dihargai dan akan menurunkan kualitas pekerjaannya.
(Sari,2015:71).
Mekanisme psikologisnya tuntutan yang tinggi terhadap karyawan dapat meningkatkan
tingkat stres dalam pekerjaannya. Menurut Gibson dan Ivancevich (2001: 280–281) stres
dalam penampilan optimal adalah kondisi stres yang positif karena dapat mendorong
karyawan untuk bekerja pada tingkatan yang lebih tinggi, sedangkan stres karena terlalu
sedikit dan terlalu banyak beban adalah kondisi stres yang negatif karena dapat menyebabkan
menurunnya kinerja para karyawan. Selain itu penelitian Oemar dan Gangga (2017) tentang
pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan menyatakan bahwa stres kerja berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan
