Menurut Kotler dan Keller (2012) terdapat aspek-aspek
desain produk, yaitu mencakup:
- Bentuk
Banyak produk dapat diferensiasikan berdasarkan bentuk
ukuran, bentuk atau struktur fisik produk. - Fitur
Sebagian besar produk dapat ditawarkan dengan
memvariasikan fitur yang melengkapi fungsi dasar mereka.
Sebuah perusahaan dapat mengidentifikasi dan memilih fitur
baru yang tepat dengan mensurvei pembeli terbaru dan
kemudian menghitung perbandingan nilai pelanggan dan
biaya perusahaan untuk setiap fitur potensial. - Kinerja
Merupakan tingkat dimana karakteristik utama produk
beroprasi. Kualitas menjadi dimensi yang semakin penting
untuk diferensiasi ketika perusahaan menerapkan sebuah
model nilai dan memberikan kualitas yang lebih tinggi
dengan uang yang lebih rendah. - Kesesuaian
Merupakan tingkat dimana semua unit yang diproduksi
identik dan memenuhi spesifikasi yang dijanjikan. - Ketahanan
Merupakan ukuran umur operasi produk dalam kondisi biasa
atau penuh tekanan, merupakan atribut berharga untuk
produk-produk tertentu. - Kehandalan
Merupakan ukuran probabilitas bahwa produk tidak akan
mengalami malfungsi atau gagal dalam periode waktu. Suatu
produk dikatakan baik akan memilki keandalan sehingga
dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. - Gaya
Gaya menggambarkan penampilan dan rasa produk kepada
pembeli. Gaya adalah kelebihan dalam menciptakan
perbedaan yang sulit ditiru. Gaya bisa menarik atau bahkan
membosankan. Gaya sensasional bisa menarik perhatian dan
menghasilkan estetika yang indah, tetapi gaya tersebut tidak
benar-benar membuat kinerja produk menjadi lebih baik. - Kemudahan Perbaikan
Merupakan ukuran kemudahan perbaikan produk ketika
produk itu rusak, tidak berfungsi atau gagal. Kemudahan
perbaikan yang ideal terjadi jika pengguna dapat
memperbaiki sendiri produk tersebut dengan sedikit biaya
dan waktu
