Aspek Desain Produk


Menurut Kotler dan Keller (2012) terdapat aspek-aspek
desain produk, yaitu mencakup:

  1. Bentuk
    Banyak produk dapat diferensiasikan berdasarkan bentuk
    ukuran, bentuk atau struktur fisik produk.
  2. Fitur
    Sebagian besar produk dapat ditawarkan dengan
    memvariasikan fitur yang melengkapi fungsi dasar mereka.
    Sebuah perusahaan dapat mengidentifikasi dan memilih fitur
    baru yang tepat dengan mensurvei pembeli terbaru dan
    kemudian menghitung perbandingan nilai pelanggan dan
    biaya perusahaan untuk setiap fitur potensial.
  3. Kinerja
    Merupakan tingkat dimana karakteristik utama produk
    beroprasi. Kualitas menjadi dimensi yang semakin penting
    untuk diferensiasi ketika perusahaan menerapkan sebuah
    model nilai dan memberikan kualitas yang lebih tinggi
    dengan uang yang lebih rendah.
  4. Kesesuaian
    Merupakan tingkat dimana semua unit yang diproduksi
    identik dan memenuhi spesifikasi yang dijanjikan.
  5. Ketahanan
    Merupakan ukuran umur operasi produk dalam kondisi biasa
    atau penuh tekanan, merupakan atribut berharga untuk
    produk-produk tertentu.
  6. Kehandalan
    Merupakan ukuran probabilitas bahwa produk tidak akan
    mengalami malfungsi atau gagal dalam periode waktu. Suatu
    produk dikatakan baik akan memilki keandalan sehingga
    dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.
  7. Gaya
    Gaya menggambarkan penampilan dan rasa produk kepada
    pembeli. Gaya adalah kelebihan dalam menciptakan
    perbedaan yang sulit ditiru. Gaya bisa menarik atau bahkan
    membosankan. Gaya sensasional bisa menarik perhatian dan
    menghasilkan estetika yang indah, tetapi gaya tersebut tidak
    benar-benar membuat kinerja produk menjadi lebih baik.
  8. Kemudahan Perbaikan
    Merupakan ukuran kemudahan perbaikan produk ketika
    produk itu rusak, tidak berfungsi atau gagal. Kemudahan
    perbaikan yang ideal terjadi jika pengguna dapat
    memperbaiki sendiri produk tersebut dengan sedikit biaya
    dan waktu