Tujuan Manajemen Keuangan


Tujuan utama manajemen keuangan adalah untuk memastikan bahwa
perusahaan memiliki sumber daya keuangan yang cukup untuk membiayai
operasinya serta memaksimalkan nilai perusahaan bagi para pemangku kepentingan
(stakeholders) seperti pemegang saham, kreditor, karyawan dan masyarakat luas.
Tujuan utama lainnya adalah :
a. Meningkatkan profitabilitas perusahaan: Manajemen keuangan bertujuan untuk
memaksimalkan keuntungan perusahaan dengan mengelola sumber daya
keuangan secara efektif dan efisien.
b. Meningkatkan likuiditas. Manajemen keuangan bertujuan untuk memastikan
bahwa perusahaan memiliki cukup kas untuk memenuhi kebutuhan operasional
dan membayar utang tepat waktu.
c. Meningkatkan nilai perusahaan: Manajemen keuangan bertujuan untuk
meningkatkan nilai perusahaan dengan memilih investasi yang tepat dan
mengelola risiko keuangan secara efektif.
d. Meminimalisir risiko keuangan: Manajemen keuangan bertujuan untuk
mengidentifikasi, mengukur, dan mengelola risiko keuangan yang mungkin
dihadapi perusahaan, seperti risiko pasar, risiko kredit, dan risiko operasional
e. Menjaga hubungan baik dengan pemangku kepentingan: Manajemen keuangan
bertujuan untuk menjaga hubungan baik dengan para pemangku kepentingan
perusahaan, seperti pemegang saham, kreditor, dan karyawan, dengan
memberikan laporan keuangan yang akurat dan transparan.

  1. Fungsi Manajemen Keuangan
    Fungsi manajemen dalam organisasi memegang peranan yang penting untuk
    mencapai tujuan organisasi. Fungsi manajemen dibagi ke dalam lima fungsi yang
    telah dikemukakan Hery (2018:8) yaitu:
    a. Perencanaan Fungsi perencanaan mencangkup proses perumusan sasaran,
    penetapan strategi untuk mencapai sasaran tersebut, serta penyusunan rencana
    guna menyelaraskan dan mengkoordinir berbagai kegiatan.
    b. Pengorganisasian Fungsi pengorganisasian yaitu merancang pekerjaan guna
    mencapai sasaran organisasi, melalui proses penciptaan struktur organisasi.
    c. Kepemimpinan Fungsi kepemimpinan, manajer bertanggung jawab untuk
    mengarahkan dan memotivasi seluruh pihak yang terlibat, serta mampu
    mengatasi atau menyelesaikan konflik.
    d. Pengendalian, Fungsi pengendalian merupakan proses memantau,mengevaluasi
    dan membuat perbaikan agar kegiatan dapat kembali sejalan dengan rencana
    awal
    Fungsi dari pembuatan keputusan manajemen keuangan, menurut Harjito dan
    Martono (2014:4) dibagi ke dalam:
    a) Keputusan investasi (investment decision), Keputusan sehubungan dengan
    investasi, berkaitan dengan jumlah aktiva dimiliki, kemudian penempatan
    komposisi masing-masing aktiva. Misalnya berapa alokasi kas, aktiva tetap atau
    aktiva lainnya. Keputusan investasi ini berkaitan erat dengan sisi kiri dari
    laporan keuangan neraca.
    b) Keputusan pendanaan (financing decision) Keputusan pendanaan, merupakan
    keputusan yang berkaitan dengan jumlah dana yang disediakan perusahaan,
    baik yang bersifat utang atau modal sendiri dan biasanya berhubungan dengan
    sebelah kanan laporan keuangan neraca. Manajer keuangan harus memikirkan
    penggabungan dana yang dibutuhkan, termasuk pemilihan jenis dana yang
    dibutuhkan, apakah jangka pendek atau jangka panjang atau modal sendiri, serta
    kebijakan dividen.
    c) Keputusan pengelolaan aset (assets management decision) Keputusan
    pengelolaan aset, hal ini berkaitan dengan pengelolaan aset secara efisien,
    terutama dalam hal aktiva lancar dan aktiva tetap. Pengelolaan aktiva lancar
    berkaitan erat dengan manajemen modal kerja dan yang berkaitan dengan aktiva
    tetap adalah yang berkaitan dengan manajemen investasi.