Corporate Social Issue


Isu-isu sosial akan terus berkembang seiring dengan dinamika yang terjadi dalam
kehidupan sosial kemasyarakatan. Isu-isu sosial tersebut berkembang sebagai wujud dari
adanya perubahan dalam cara pandang hidup masyarakat yang harus segera direspon oleh
perusahaan. Ketidakmampuan perusahaan dalam menangkap isu sosial yang berkembang di
masyarakat akan berdampak pada bentrokan yang terjadi di tengah-tengah komunitas
kehidupan sosial masyarakat (Setyaningrum:2011). Dalam hal ini menurut Giddens (dalam
Mapisangka 2009) dampak dari globalisasi yang terjadi tidak hanya mempunyai dimensi
ekonomi saja akan tetapi juga mempunyai dimensi politik, teknologi, dan budaya. Pemikiran
tersebut juga akan mempengaruhi cara berpikir kalangan usahawan dalam memandang
strategi usahanya. Pola seperti ini mendorong terbentuknya cara berpikir, gaya hidup dan
tuntutan masyarakat yang lebih tajam.
Perusahaan tidak lagi dipandang sebagai bagian luar dari masyarakat tetapi
perusahaan sudah merupakan bagian dari masyarakat. Wacana Tanggung Jawab Sosial
Pelaku bisnis (Corporate Social Responsibility) yang kini menjadi isu sentral yang semakin
populer dan bahkan ditempatkan pada posisi yang penting, karena itu kian banyak pula
kalangan para pelaku bisnis dan pihak-pihak masyarakat mulai merespon wacana ini. Dalam
berbisnis masyarakat sekitar adalah komunitas utama. Ketika mereka mendapatkan
keuntungan dari pelaku bisnis, maka dengan sendirinya mereka akan turut merasa memiliki
atau menjadi bagian didalamnya. Sehingga imbalan yang diberika kepada pelaku bisnis
adalah keleluasaan untuk menjalankan roda bisnisnya di kawasan tersebut